
Kepala BPIP KH Yudian Wahyudi. (Istimewa)
JawaPos.com–Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D menjadi keynote speaker dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1446H/2024M di lingkungan Kompleks Mabesad.
Tahun Baru Hijriah 1 Muharram adalah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebab, menandai permulaan kalender Hijriah berdasar hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi.
”Peristiwa hijrah mengandung makna spiritual yang mendalam serta nilai-nilai universal seperti perjuangan, ketekunan, dan pembaruan, yang bisa kita refleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mendorong semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat yang beragam,” ucap KH Yudian Wahyudi.
Di Indonesia, lanjut dia, hijrah diartikan sebagai upaya memperbaiki dan membawa perubahan menuju negara yang lebih baik. Seperti yang tecermin dalam RPJPN 2025-2045 untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045.
”Visi Indonesia Emas 2045 menjadikan Indonesia sebagai negara nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan,” tutur KH Yudian Wahyudi.
Kolaborasi dengan masyarakat dalam sistem pertahanan semesta sangat penting. Inisiatif seperti lomba Kampung Pancasila oleh TNI AD menunjukkan komitmen memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kedaulatan negara.
”BPIP ingin mengapresiasi inisiatif Jenderal Maruli Simanjuntak dan jajaran Mabes AD yang menyelenggarakan lomba Kampung Pancasila, menunjukkan komitmen TNI AD dalam memperkuat pemahaman dan praktik nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kedaulatan negara kita,” ujar KH Yudian Wahyudi.
”Saya berharap lomba Kampung Pancasila dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan, membangun kesadaran kolektif, dan meningkatkan pertahanan secara menyeluruh,” tambah almamater Harvard Law School, Amerika Serikat, tersebut.
Letjen TNI Tandyo Budi Revita R menyampaikan pandangan mengenai peringatan Tahun Baru Islam 1446 H di Masjid At-Taqwa Kompleks Mabesad.
”Peristiwa hijrah mengandung makna spiritual yang mendalam serta nilai-nilai universal seperti perjuangan, ketekunan, dan pembaruan, yang bisa kita refleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mendorong semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat yang beragam,” tutur Tandyo Budi Revita.
”Semoga lomba Kampung Pancasila dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan, membangun kesadaran kolektif, dan meningkatkan pertahanan secara menyeluruh,” tambah dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
