Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 23.38 WIB

Setelah Menang Pileg, PDIP Targetkan Sukses di Pilkada Serentak 2024

ILUSTRASI Pilkada Serentak 2020, (Kokoh Praba Wardani/Dok. JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI Pilkada Serentak 2020, (Kokoh Praba Wardani/Dok. JawaPos.com)

 
JawaPos.com - PDI Perjuangan menargetkan dapat memenangkan Pilkada Serentak 2024, salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pilkada Nasional PDIP yang juga Wakil Sekjen Bidang Komunikasi Adian Napitupulu saat memotivasi peserta Rapat Kerja Daerah DPD PDIP Nusa Tenggara Timur di Kupang, Rabu (10/8). 
 
PDIP secara resmi mengusung anggota DPR Ansy Lema diusung jadi bakal calon gubernur NTT.
 
"Jadi kunci pemenangan pilkada serentak ini adalah semangat juang. Bergerak dan jangan banyak mengeluh dalam memenangkan pilkada. Kalau menderita, tertawakan penderitaan itu," kata Adian.
 
 
Adian mengatakan intimidasi mungkin terjadi di Pilkada Serentak 2024. Namun, dari pengalaman Pemilu 2024, PDIP mampu melewati situasi yang sulit.
 
"Kita pernah melewati yang paling sulit dan mampu bertahan hidup," ujar Adian.
 
Sebagai inspiras, dia menceritakan bagaimana perjuangan saat di masa Orde Baru menuju era Reformasi yang sangat berat. Kebetulan dirinya bersama Ansy Lema, bakal calon Gubernur NTT dari PDIP yang baru diumumkan hari ini, berjuang bersama meski beda dalam gaya pergerakan. 
 
Saat itu, Adian memilih jalan keras dan sebaliknya Amsy Lema dengan pergerakan ahimsa. Namun mereka saling mengisi dalam pergerakan menumbangkan Orde Baru.
 
Adian mengingatkan, dalam pemilihan secara langsung dengan rumus sangat sederhana.
 
"Teori pemilih yang paling sederhana berpihaklah pada rakyat, maka rakyat akan berpihak kepada kamu, sesederhana itu sebenarnya. Sekarang bertarung langsung merebut suara rakyat," ucap Adian.
 
Adian juga memaparkan sejumlah teknik berkomunikasi yang bisa dilakukan oleh calon dan kader PDIP dalam meyakinkan pemilih.
 
"Dengan narasi yang baik dan sanggup dimengerti oleh rakyat. Kadang kala kita ini mundur. Bahasa Inggrisnya lebih banyak sehingga rakyat tidak mengerti apa maksud kita-kita," lanjutnya.
 
Sementara itu, Herman Hery yang merupakan salah satu pengampu Pilkada NTT dari PDIP, meminta agar keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mencalonkan Ansy Lema untuk ditaati dan segera dilakukan konsolidasi di sejumlah wilayah.
 
"Keputusan DPP ini sebagaimana arahan Pak Sekjen untuk dipatuhi. Semua pengurus cabang agar segera berkonsolidasi," pungkas Herman Heri.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore