Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juni 2024 | 05.10 WIB

Ransomware Lockbit 3.0 Acak-acak Pusat Data Nasional, Terbukti Hacker Makin Fokuskan Serangan

Ilustrasi: Serangan ransomware. (The SSL Store) - Image

Ilustrasi: Serangan ransomware. (The SSL Store)

 
JawaPos.com - Ransomware telah berkembang selama lima tahun terakhir dari ancaman terhadap komputer individu menjadi bahaya serius terhadap jaringan perusahaan dan nasional. Penjahat dunia maya tak berhenti menginfeksi komputer sebanyak mungkin dan kini menargetkan korban dalam skala besar.
 
Yeo Siang Tiong, General Manager for SEA di Kaspersky menjelaskan, tahun lalu, Kaspersky memblokir hampir 300.000 serangan ransomware terhadap organisasi di kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 97.226 upaya serangan berhasil diblok Kaspersky di Indonesia.
 
Hal tersebut merupakan tanggapan atas serangan ransomware yang baru-baru ini bikin geger Indonesia. Ransomware bernama Lockbit 3.0 berhasil mengacak-acak Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
 
Serangan terhadap PDN oleh para peretas ini telah meningkatkan kekhawatiran keamanan siber. Pusat Data Nasional merupakan kumpulan pusat data yang digunakan bersama oleh instansi pusat dan pemerintah daerah, dan saling terhubung satu sama lain.
 
"Dengan munculnya kembali dugaan insiden siber ransomware yang menyasar lembaga-lembaga penting dalam negeri, terbukti bahwa pelaku di baliknya semakin memfokuskan sasarannya. Organisasi perlu menyadari dampak nyata dari setiap keberhasilan infeksi ransomware, baik secara finansial maupun reputasi," kata Yeo Siang Tiong.
 
Menurutnya, penting bagi dunia usaha untuk mempertimbangkan teknologi keamanan siber yang memberikan efektivitas anti-ransomware mutlak dalam pengujian pihak ketiga. Karena tidak semua solusi keamanan siber diciptakan sama. 
 
Kaspersky sangat yakin bahwa pertukaran intelijen antara institusi publik dan swasta, pengembangan undang-undang yang relevan, dan kolaborasi erat dalam keamanan siber dapat meningkatkan pertahanan siber suatu negara secara signifikan.
 
Untuk melindungi diri dan institusi dari serangan ransomware, Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi. Pertama, jangan mengekspos layanan desktop/manajemen jarak jauh (seperti RDP, MSSQL, dll.) ke jaringan publik kecuali benar-benar diperlukan dan selalu gunakan kata sandi yang kuat, otentikasi dua faktor, dan aturan firewall untuk jaringan tersebut.
 
Kedua, selalu perbarui perangkat lunak di semua perangkat yang Anda gunakan untuk mencegah ransomware mengeksploitasi kerentanan. Kemudian, fokuskan strategi pertahanan Anda pada deteksi pergerakan lateral dan penyelundupan data ke Internet. 
 
Kaspersky juga meminta penyelenggara layanan untuk memberikan perhatian khusus pada lalu lintas keluar untuk mendeteksi koneksi penjahat dunia maya. Hal ini dapat dicegah dengan deteksi jaringan dan solusi respons yang kuat.
 
Cadangkan juga data secara berkala dengan perhatian khusus pada strategi pencadangan offline. Pastikan Anda dapat mengaksesnya dengan cepat dalam keadaan darurat saat dibutuhkan.
 
Kemudian, yang juga krusial adalah perlunya menilai dan mengaudit rantai pasokan dan akses layanan terkelola ke lingkungan Anda. Sebagai upaya mitigasi, siapkan rencana tindakan untuk risiko pengendalian reputasi data Anda jika terjadi pencurian data.
 
Terakhir bagi perusahaan, untuk menjaga lingkungan Perusahaan, berikan pendidikan kepada karyawan Anda. Kursus pelatihan khusus dapat membantu perusahaan untuk lebih menjaga data mereka dan komputer mereka dari kemungkinan serangan sekecil apapun.
 
Sementara terkait kondisi PDN pascaserangan ransomware, hingga hari ini tampaknya belum pulih sepenuhnya. JawaPos.com sudah coba menghubungi pihak terkait di Kemenkominfo namun belum mendapatkan jawaban.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore