Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juni 2024 | 00.59 WIB

Laporkan Penyidik KPK ke Komnas HAM, Anak Buah Hasto Kristiyanto Ngaku Dibentak dan Disita Buku Rekeningnya

Staf pribadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Kusnadi (tengah) melaporkan penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Komnas HAM, Jakarta, Rabu (10/6). (Ridwan) - Image

Staf pribadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Kusnadi (tengah) melaporkan penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Komnas HAM, Jakarta, Rabu (10/6). (Ridwan)

JawaPos.com - Staf pribadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Kusnadi melaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rossa Purbo Bekti ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pelaporan itu buntut penyitaan telepon genggam atau handphone (HP) milik Hasto oleh KPK.

Kusnadi mengklaim bahwa dirinya tidak tahu menahu pemeriksaan terhadap Hasto, pada Senin (10/6). Ia mengaku dirinya hanya mendampingi Hasto dari luar ruang pemeriksaan.
 
"Sebenarnya nih saya nggak tahu apa-apa, saya ini orang kecil. Saya anak orang desa, nggak tahu masalah hukum apa undang-undang. Kemarin saya itu lagi rokok kan di gedung KPK, halaman, saya dibilang itu katanya dipanggil sama bapak (Hasto)," kata Kusnadi di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).
 
 
Kusnadi mengaku, pada awalnya dirinya diminta penyidik KPK untuk menemui Hasto di ruang pemeriksaan. Saat itu, kata Kusnadi, ia ditemani oleh penyidik KPK yang mengenakan masker, topi dan berbaju hitam.
 
"Saya begitu denger dipanggil bapak saya langsung ke atas diantar sama tim yang nganter saya pakai baju hitam pakai masker," ungkap Kusnadi.
 
Tak sampai bertemu Hasto, lanjut Kusnadi, dirinya malah digeledah oleh penyidik KPK. Bahkan, Kusnadi mengaku sempat dibentak oleh penyidik.
 
"Begitu di atas, saya itu ngasih HP malah digeledah. Saya nggak tahu, padahal saya nggak ada kaitannya dengan saksi, dibilang bapak minta HP, ya saya kasih HP, tapi nggak sesuai yang diomongin sama Pak Rossa itu," ucap Kusnadi.
 
"Diinterogasi, dibentaknya 'Udah kamu diem aja'. Cuma kan saya orang biasa, saya takut," sambungnya.
 
Kusnadi mengklaim, dirinya juga turut diperiksa selama tiga jam oleh penyidik KPK. Ia mengungkapkan, terdapat ponsel, buku rekening dan buku catatan milik Hasto yang disita KPK.
 
"Ya beliau minta waktu 5 menit sama Pak Rossa, oke. Tapi selama itu ternyata itu saya 3 jam diperiksa dan disita barang-barangnya, termasuk ada buku yang sangat penting itu bukunya catatan DPP," urai Kusnadi.
 
Dalam kesempatan yang sama, penasihat hukum Kusnadi, Petrus Selestinus meminta Komnas HAM menghadirkan lima orang saksi untuk mendalami dugaan pelanggaran HAM, atas penyitaan HP secara paksa oleh KPK.
 
"Kita akan menghadirkan 5 orang saksi dari pihak pak Kusnadi, saksi fakta ya, tadi diminta oleh komnas HAM," ujar Petrus.
 
Selain itu, Petrus juga meminta Komnas HAM memeriksa Pimpinan KPK dan Kapolri. Mengingat, Rossa merupakan anggota Polri yang ditugaskan di KPK.
 
"Kemudian kita juga minta pimpinan KPK dipanggil, dan Kapolri sebagai penanggungjawab penempatan penyidik-penyidik dari sub Polri di KPK," pungkas Petrus.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore