Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 April 2023 | 20.29 WIB

Polisi Sebut Ada 2 Korban Pembunuhan Mbah Slamet Lagi yang Berasal dari Lampung

JawaPos.com - Korban pembunuhan yang dilakukan seorang dukun palsu bernama Mbah Slamet Tohari,45, di Banjarnegara, Jawa Tengah, kian bertambah. Terkini, Kepolisian Daerah Lampung menyebut, ada dua orang lagi warga daerah setempat yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan seorang dukun palsu bernama Mbah Slamet Tohari,45, di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Tersangka Mbah Slamet atau Slamet Tohari pelaku pembunuhan berantai di Banjarnegara dengan total korban 11 orang.

"Ada tambahan korban penggandaan uang, yakni pasangan suami istri asal Pesawaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya di Lampung Selatan, dikutip dari Antara Kamis (6/1).

Baca Juga: Dito Mahendra Kembali Tak Hadir, KPK Ingatkan untuk Kooperatif

Dia melanjutkan respons cepat kepolisian melalui Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo dengan mendatangi langsung keluarga korban yang ada di Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, untuk melakukan identifikasi dan sekaligus koordinasi bersama Polres Banjarnegara.

Tujuannya agar sesegera mungkin dapat memberangkatkan keluarga korban atas nama Irsyad, Wahyutriningsih, Suheri, dan Riani ke Banjarnegara untuk mencocokkan dengan data penyidik Satreskrim Polres Banjarnegara.

Total korban pembunuhan Mbah Slamet hingga saat ini ada empat orang yang berasal dari Lampung dan mereka merupakan dua pasangan suami istri asal Kabupaten Pesawaran.

Polda Lampung terus melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan dukun palsu tersebut.

Baca Juga: Jokowi Belum Tahu Gubernur Bali Tolak Kontingen Israel dalam Acara World Beach Games

Pandra melanjutkan Polda Lampung berencana mengambil sampel DNA dari para keluarga korban.

"Rencananya Tim DVI Biddokes Polda Lampung akan melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga korban. Kami juga telah berkoordinasi dengan Polres Pesawaran dan pemda setempat," katanya.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Lampung agar tidak mudah percaya dengan praktik penggandaan uang yang dapat merugikan secara materi, bahkan sampai nyawa taruhannya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore