Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Mei 2024 | 22.13 WIB

Jamaah Haji Diimbau Minum Cukup dan Tak Takut Beser, Begini Pola Konsumsinya

MELUBER: Jamaah haji Indonesia mengikuti pengajian rutin berbahasa Indonesia yang disampaikan Ustad Ariful bahri di dalam Masjid Nabawi, Madinah, setelah salat Magrib, Sabtu  (25/5). - Image

MELUBER: Jamaah haji Indonesia mengikuti pengajian rutin berbahasa Indonesia yang disampaikan Ustad Ariful bahri di dalam Masjid Nabawi, Madinah, setelah salat Magrib, Sabtu (25/5).

JawaPos.com - Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Kesehatan Elvi meminta agar jemaah haji minum air secara disiplin meski tidak merasa haus. Hal itu sehubungan dengan cuaca di Arab Saudi yang sangat panas dan kering belakangan ini.

Dengan cuaca panas dan kering itu, ia mengatakan bahwa jemaah tidak sering bekeringat saat beraktivitas dan jarang buang air kecil. Kondisi ini perlu mendapat perhatian dari jemaah dengan cara memperbanyak minum agar terhindar dari dehidrasi di tengah cuaca yang panas dan kering.
 
“Minum air minimal 200 ml setiap jam. Cara minumnya tidak sekaligus, dapat diminum secukupnya sehingga 200 ml dihabiskan dalam waktu satu jam," ujar Elvi kepada wartawan, Selasa (28/5).
 
 
"Jangan tunggu haus dan jangan takut untuk ke toilet,” sambungnya.
 
Elvi Juga mengingatkan untuk para jemaah untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti topi, masker, kacamata hitam, dan alas kaki, serta botol semprot. 
 
Masker dan botol semprot, katanya, sudah dibagikan kepada para jemaah haji sebelum keberangkatan sehingga dapat digunakan ketika tiba di Madinah.
 
Selain itu, jemaah diingatkan untuk selalu membawa kantong kresek untuk tempat sandal ketika salat di Masjid Nabawi. Hal ini karena ada jemaah yang meninggalkan sandalnya di pintu masuk, tetapi kemudian keluar lewat pintu berbeda sehingga jemaah tersebut tidak mengenakan alas kaki. 
 
Akibatnya, kakinya melepuh dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh sehingga mengganggu aktivitas ibadah. 
 
Setelah tiba di Tanah Suci, jemaah akan melakukan perjalanan menggunakan bus menuju penginapan. Ketika turun dari bus yang mengantarkan ke penginapan, jemaah diingatkan untuk langsung beristirahat dan tidak langsung ke masjid.
 
”Istirahat yang cukup karena habis perjalanan jauh dan panjang. Ketika besoknya beribadah, sudah segar sehingga dapat beribadah dengan lebih khusyuk,” tutur Elvi.
 
Seperti penyuluhan kepada jemaah di dalam bus, Tim Promkes juga mengingatkan jemaah di penginapan untuk selalu minum air putih. Selain itu, jemaah yang mempunyai penyakit darah tinggi dan kencing manis untuk bertemu dengan dokter di kloternya dan mendapatkan obat yang akan membantu mereka.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore