Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Mei 2024 | 03.09 WIB

Peran Jokowi di Pemerintahan Prabowo-Gibran akan Berikan Kepercayaan Dunia Internasional

Presiden Jokowi menyambut delegasi WWF ke-10 dalam gala dinner di Bali, Minggu (19/5). - Image

Presiden Jokowi menyambut delegasi WWF ke-10 dalam gala dinner di Bali, Minggu (19/5).

JawaPos.com–Pengamat politik sekaligus peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) Surokim Abdussalam mendukung rencana presiden terpilih Prabowo Subianto menempatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah purnatugas menjadi penasihat.

Surokim mengatakan, dunia internasional akan menaruh kepercayaan kepada Prabowo yang didampingi Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden khususnya dalam kaitan dengan investasi yang masuk ke Indonesia. Sebab, pembangunan dalam negeri yang berkelanjutan.

”Dan itu akan menguatkan trust. Tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi juga internasional karena selama ini kan berganti pemerintah berganti rezim seolah-olah tidak ada sustainability tidak ada keberlanjutan,” ujar Surokim, Jumat (24/5).

Surokim menambahkan, Presiden Jokowi yang memiliki pengalaman selama dua periode memimpin Indonesia sudah seharusnya diposisikan di tempat yang layak. Agar tumbuh kepercayaan global terhadap keberlanjutan pemerintah sebagaimana janji kampanye Prabowo.

”Penempatan orang-orang yang punya pengalaman memimpin negara di suatu atau memimpin kelembagaan tertentu itu terutama untuk menumbuhkan menguatkan trust publik terutama masyarakat internasional bahwa memang pembangunan di Indonesia itu keberlanjutan itu penting, keberlanjutan itu diperhatikan,” beber Surokim Abdussalam.

Surokim menuturkan, Prabowo-Gibran pasti butuh masukan di mana masih ada pekerjaan pemerintahan Presiden Jokowi yang belum rampung dan harus disempurnakan.

”Saya kira tidak ada salahnya penempatan itu bahkan dalam hal-hal tertentu yang menyangkut hal-hal yang strategis presiden pasti butuh masukan-masukan dan saran-saran, dan harus diakui bahwa Pak Jokowi selama 10 tahun memimpin republik ini juga kontribusinya cukup banyak,” ucap Surokim Abdussalam.

Apalagi lagi Prabowo juga sempat dikenalkan Presiden Jokowi sebagai presiden terpilih 2024 di hadapan para delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

Surokim menambahkan, penempatan Presiden Jokowi sangat memberikan manfaat di pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai wujud pemerintahan yang menganut prinsip gotong royong. Mencontoh pemerintahan di luar negeri juga hampir sama. Para perdana menteri (PM) yang telah lengser tetap diberdayakan untuk menarik minat dunia usaha dan investasi suatu negara.

”Dunia investasi itu pasti akan melihat bahwa ada keberlanjutan untuk pembangunan di Indonesia buktinya ada orang-orang yang bisa didayagunakan atau ditempatkan kembali di rezim pemerintahan tertentu. Kaitannya itu dengan soal investasi paling dominan, soal investasi, kepercayaan dunia usaha dan mereka investasi di wilayah itu,” kata Surokim Abdussalam.

Selain itu, Surokim juga menepis anggapan jika Presiden Jokowi berada dalam pemerintahan Prabowo-Gibran akan memunculkan matahari kembar. Pasalnya, Presiden Jokowi sebagai tipe orang yang tahu diri dan tidak akan merecoki pemerintahan penerusnya.

”Bukan karakter Pak Jokowi seperti itu beliau tahu posisi, tidak akan ngeriwuki, saya kira kalau melihat bahwa elite-elite itu bisa dipersatukan dalam satu perahu besar yang membuat iklim politik nasional itu lebih adem lebih damai tidak gontok-gontokan dan itu akan memberikan keteladanan bagi publik,” jelas Surokim Abdussalam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore