JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menargetkan portal nasional Aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) akan diluncurkan pada Oktober 2024 mendatang.
Nantinya, sebanyak 27.000 aplikasi dari berbagai instansi pusat dan daerah akan diintegrasikan di dalam satu platform. Di dalamnya, akan berisi 9 layanan prioritas, meliputi layanan kesehatan, layanan pendidikan, cek bantuan sosial (bansos), identitas digital berbasis data kependudukan.
Lalu, layanan Satu Data Indonesia (SDI), transaksi keuangan, integrasi portal service, layanan aparatur negara, hingga SIM online.
“Oktober nanti akan terwujud (portal nasional aplikasi SPBE). Kita sudah punya fondasi, kita akan membuka cakrawala baru yang lebih besar,” kata Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan Sistem Kementerian PANRB, Cahyono Tri Birowo dalam Media Briefing di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama, Peruri Digital Security (PDS), Teguh Kurniawan Harmanda menjelaskan hingga Juni 2024 progres pembuatan portal nasional SPBE ini telah mencapai 40 persen.
Adapun pada bulan Juli 2024, pihaknya menargetkan untuk meluncurkan aplikasi berbentuk Beta. “Aplikasi sistem portal nasional progresnya berjalan kurang lebih hampir 40 persen untuk menuju Juli menjadi Beta produk,” ujar Teguh.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan produk beta yang akan diluncurkan akan menjadi sebuah demo untuk mudah digunakan secara publik. Dengan begitu, kata Manda, sapaan akrabnya, pada bulan Juli 2024, progres Portal Nasional ini akan bertambah menjadi 70 persen.
“Jadi kalaupun sekarang stepnya ada di 40 persen, nanti di Juli kita harapkan sudah menunjukan 60–70 persen. Sampai kemudian bisa menjadi beta program,” lanjutnya.
Meski begitu, Manda menyebut, baru sekitar 3-4 layanan saja yang baru bisa diakses publik dalam proses uji coba aplikasi beta. Layanan itu berasal dari kementerian yang sudah memiliki aplikasi digital.
Kemudian, pada Oktober 2024, ditargetkan sebanyak 9 layanan sudah bisa diakses publik dalam satu portal nasional. Hingga akhirnya, pada akhir tahun 2024 aplikasi itu ditargetkan bisa lebih sempurna.
“Nanti diharapkan Oktober ada 9 layanan dan nanti diakhir tahun kita bisa menyempurnakan dari layanan tersebut,” pungkasnya.
Asal tahu saja, melalui integrasi ini, nantinya, publik hanya perlu mengakses satu portal untuk mendapatkan beragam layanan pemerintah berbasis digital. Diharapkan hal tersebut dapat menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.
Sehingga ke depan, masyarakat tidak perlu mengisi data berulang kali, proses bisnis akan menjadi semakin ramping, dan birokrasi menjadi semakin efisien. Adapun keamanan data dan identitas akan terjaga karena sistem yang digunakan dapat dipantau dengan jelas dan terkoneksi dengan baik.