Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Mei 2024 | 18.58 WIB

Jokowi Ingatkan Negara Kekurangan Air Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, pada Senin (20/5). (Foto: Youtube Setpres) - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, pada Senin (20/5). (Foto: Youtube Setpres)

 
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak negara yang tergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10, untuk saling bekerja sama menciptakan sistem pengadaan air bersih. Menurut Jokowi, negara yang kekurangan air bersih dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
 
"Peran air sangat sentral bagi kehidupan umat manusia, Bank Dunia memperkirakan kekurangan air dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi sampai 6 persen hingga tahun 2050," kata Jokowi saat menyampaikan pidato dalam pembukaan WWF ke-10 di Nusa Dua, Bali, Senin (20/5). 
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan, kelebihan dan kekurangan air di suatu negara bisa menjadi bencana.
 
 
"Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah bagi dunia," ucap Jokowi.
 
Lebih lanjut, kata Jokowi, dalam 10 tahun terakhir, Indonesia juga sudah memperkuat infrastruktur air. Hal itu dilakukan mulai dari membangun 42 bendungan, 1,18 juta hektare jaringan irigasi, 2.156 kilometer pengendali banjir dan pengamanan pantai.
 
"Serta merehabilitasi 4,3 juta hektare jaringan irigasi. Air juga kami manfaatkan untuk membangun PLTS Terapung di Waduk Cirata sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara," ujar Jokowi.
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga membeberkan tiga fokus utama pada KTT WWF ke-10. Pertama, Jokowi menyebut kebersamaan kunci utama dalam membangun sistem air bersih.
 
"Prinsip solidaritas dan inklusivitas untuk mencapai solusi bersama, terutama bagi negara pulau kecil dan yang mengalami kelangkaan air," ungkap Jokowi.
 
Kedua, Jokowi ingin memberdayakan hydro diplomacy untuk kerja sama konkret dan inovatif menjauhi persaingan dalam pengelolaan air lintas batas.
 
"Ketiga, memperkuat political leadership sebagai kunci sukses berbagai kerja sama menuju ketahanan air berkelanjutan," urai Jokowi.
 
Selain itu, Jokowi menyampaikan empat insiatif baru yang didorong Indonesia. Jokowi mendorong, penetapan Hari Danau Sedunia.
 
"Indonesia mengangkat 4 inisiatif baru. (Pertama) penetapan hari danau sedunia," papar Jokowi.
 
Kedua, Indonesia mengusulkan ada pendirian Centre of Excellence di Asia-Pasific. Ketiga, pengadaan tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil.
 
"(Keempat), penggalangan proyek air," pungkasnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore