
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa ada satu utang RI yang belum dibayar yaitu kemerdekaan Palestina.
JawaPos.com – Indonesia dan Papua Nugini (PNG) sepakat mempererat hubungan diplomasi. Setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Papua Nugini Justin Tkatchenko pada Rabu (8/5) di Jayapura, Menlu RI Retno Marsudi mengaku telah menyiapkan empat proyek untuk PNG.
Empat proyek tersebut adalah bantuan memodernisasi Rumah Sakit Port Moresby, revitalisasi beberapa infrastruktur publik di Vanimo (termasuk SD Wutung yang terletak di dekat titik perbatasan Skouw-Wutung), beasiswa bagi pelajar dan PNS Papua Nugini, serta pelatihan bagi diplomat PNG maupun negara Pasifik lainnya pada Juni 2024.
”Dan untuk lebih mendukung proyek dan kerja sama ini di masa depan, dengan rasa senang saya mengumumkan bahwa kita telah menandatangani dua perjanjian. Yaitu, Framework Agreement on Development and Technical Cooperation dan The Agreement for Training and Capacity Building for Mid-career Diplomats from MSG Countries,” tutur Retno dalam keterangan resminya kemarin (9/5).
Pertemuan dua Menlu tersebut juga membahas isu kerja sama politik-keamanan. Retno menyebut hubungan politik kedua negara sangat kuat. Indonesia menyambut baik selesainya proses ratifikasi New Defence Cooperation Agreement (Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Baru) oleh Papua Nugini.
Menurut Retno, sebagai negara bertetangga yang berbagi perbatasan, kesepakatan itu penting untuk memperkuat keamanan bersama di tengah dinamika geopolitik. ”Kami menantikan implementasi yang efektif dari perjanjian tersebut,” ungkapnya.
Kedua negara juga sepakat meningkatkan volume perdagangan yang tahun lalu mencapai USD 247,6 juta. Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memulai studi kelayakan bersama mengenai Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement– PTA). ”Kami juga menyambut baik instalasi awal PLN dalam infrastruktur jaringan listrik di Wutung, dan ini adalah tahap pertama dari proyek tersebut,” sambungnya.
Dia menegaskan, Indonesia memandang penting hubungan baik dengan negara-negara Pasifik. Tahun lalu Indonesia menjadi tuan rumah, untuk kali pertama, Konferensi Tingkat Tinggi Negara-Negara Kepulauan dan Pulau-Pulau Kecil yang dihadiri banyak negara Pasifik. ”Kami juga sepakat untuk bekerja sama menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Pasifik serta mempersiapkan negara-negara Pasifik dalam mengatasi tantangan bersama, termasuk perubahan iklim dan pengelolaan perikanan,” paparnya. (mia/c7/oni)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
