
KemenPPPA berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jabar dan Sukabumi, terkait kasus kekerasan terhadap anak.
JawaPos.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sangat prihatin dengan adanya kasus pencabulan dan penganiayaan yang dilakukan remaja terhadap anak hingga korban anak meninggal dunia di Sukabumi, Jawa Barat.
"Kami prihatin dengan kejadian ini yang dilakukan anak dan menimpa anak sebagai korban," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/5).
Nahar mengapresiasi langkah cepat Polres Sukabumi Kota dalam mengungkap kasus ini. "Kasus ini sudah ditangani oleh Polres Sukabumi. KemenPPPA mengapresiasi langkah cepat tim Polres Sukabumi menangani kasus ini," katanya.
KemenPPPA sendiri telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jabar dan Sukabumi, untuk memastikan anak yang berkonflik dengan hukum memperoleh pendampingan dalam proses hukum.
"Untuk memastikan proses hukum tetap dilaksanakan, dan pemenuhan hak anak yang berkonflik dengan hukum untuk mendapatkan pendampingan dalam proses hukum," kata Nahar.
Sebelumnya, seorang anak laki-laki berusia 7 tahun mengalami pencabulan dan tindak pidana pembunuhan hingga korban meninggal. Pelaku adalah teman korban, seorang remaja laki-laki berinisial S, 14, di Sukabumi, Jawa Barat.
Kasus tersebut terjadi pada 16 Maret 2024. Polisi kemudian menangkap S pada Sabtu (27/4) dan menahannya di Polres Sukabumi Kota.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
