
Tersangka Mbah Slamet atau Slamet Tohari pelaku pembunuhan berantai di Banjarnegara dengan total korban 11 orang.
JawaPos.com - Kronologi terbongkarnya pembunuhan berantai dukun pengganda uang dengan korban 11 orang di Banjarnegara, Jateng, berasal dari laporan polisi oleh salah satu keluarga korban yaitu PO, 53. PO sendiri berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Anak PO inisial GE membuat laporan polisi ke Polres Banjarnegara pada 27 Maret 2023 soal ayahnya menemui dukun pengganda uang.
Dari laporan polisi oleh keluarga korban PO ini, polisi melakukan penyelidikan kasus yang akhirnya menggemparkan.
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto saat konferensi pers di Polres Banjarnegara, Senin (3/4) membeberkan kronologi terungkapnya kasus pembunuhan berantai tersebut. Dalam laporan ke polisi pada 27 Maret 2023 lalu, kata Hendri, GE mengaku diajak ayahnya untuk bertemu dengan seseorang di Banjarnegara pada Juli 2022 dengan menggunakan bus dari Sukabumi menuju Wonosobo.
Seperti diberitakan Pojoksatu.id (Jawa Pos Group), sesampainya di Wonosobo, PO dan GE bertemu dengan tersangka Mbah Slamet, 45, atau Slamet Tohari yang selanjutnya mengajak mereka ke rumahnya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jateng.
Ketika berada di rumahnya, tersangka Mbah Slamet mengajak PO masuk ke dalam salah satu ruangan, sedangkan GE diminta menunggu di luar. Tidak ada kejadian pembunuhan saat itu.
Selanjutnya pada 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri untuk bertemu tersangka Mbah Slamet dengan menggunakan kendaraan Wuling warna hitam. Sesampainya di Banjarnegara pada 23 Maret 2023 atau setelah menempuh perjalanan 3 hari dari Sukabumi, PO sempat chat lewat WhatsApp dengan anaknya yang lain yakni SL yang merupakan adik GE.
Dalam pesan tersebut, PO menuliskan jika sedang di rumah tersangka Mbah Slamet dan meminta anaknya berjaga-jaga seandainya dia berumur pendek atau tidak ada kabar hingga Minggu (26/3). PO meminta agar SL dan GE lapor polisi dan datang ke rumah tersangka Mbah Slamet bersama polisi karena GE sudah tahu lokasi rumahnya.
Dan sejak 24 Maret, PO tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya, sehingga GE melaporkannya ke Polres Banjarnegara. Laporan ini ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan terhadap Mbah Slamet, hingga akhirnya korban PO ditemukan terkubur di dekat jalan setapak menuju hutan di Wanayasa pada Sabtu (1/4).
Total Korban 11 Orang, 1 Sudah Teridentifikasi
Dalam pengembangan kasus yang dilakukan polisi, ditemukan 10 jasad korban yang terkubur di jalan setapak yang merupakan lahan milik Mbah Slamet. Para korban dikuburkan berdekatan di lokasi yang berjarak sekitar 2 Km dari rumah tersangka.
Saat dilakukan penggalian oleh Tim SAR gabungan Banjarnegara, kondisi jenazah saat ditemukan sebagian sudah berupa tulang belulang dan tidak dapat dikenali. Jenazah yang ditemukan rata-rata dikubur di kedalaman 1 meter, bahkan ada beberapa jenazah yang dikuburkan bersama dalam satu lubang.
Dengan ditemukannya 10 jasad ini, maka total korban pembunuhan berantai denga tersangka Mbah Slamet di Banjarnegara ini menjadi 11 orang, dimana 1 orang teridentifikasi atas nama PO.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
