Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 April 2023 | 18.43 WIB

Kronologi Terbongkarnya Pembunuhan Berantai Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Total Korban 11 Orang

Tersangka Mbah Slamet atau Slamet Tohari pelaku pembunuhan berantai di Banjarnegara dengan total korban 11 orang. - Image

Tersangka Mbah Slamet atau Slamet Tohari pelaku pembunuhan berantai di Banjarnegara dengan total korban 11 orang.

JawaPos.com - Kronologi terbongkarnya pembunuhan berantai dukun pengganda uang dengan korban 11 orang di Banjarnegara, Jateng, berasal dari laporan polisi oleh salah satu keluarga korban yaitu PO, 53. PO sendiri berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Anak PO inisial GE membuat laporan polisi ke Polres Banjarnegara pada 27 Maret 2023 soal ayahnya menemui dukun pengganda uang.

Dari laporan polisi oleh keluarga korban PO ini, polisi melakukan penyelidikan kasus yang akhirnya menggemparkan.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto saat konferensi pers di Polres Banjarnegara, Senin (3/4) membeberkan kronologi terungkapnya kasus pembunuhan berantai tersebut. Dalam laporan ke polisi pada 27 Maret 2023 lalu, kata Hendri, GE mengaku diajak ayahnya untuk bertemu dengan seseorang di Banjarnegara pada Juli 2022 dengan menggunakan bus dari Sukabumi menuju Wonosobo.

Seperti diberitakan Pojoksatu.id (Jawa Pos Group), sesampainya di Wonosobo, PO dan GE bertemu dengan tersangka Mbah Slamet, 45, atau Slamet Tohari yang selanjutnya mengajak mereka ke rumahnya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jateng.

Ketika berada di rumahnya, tersangka Mbah Slamet mengajak PO masuk ke dalam salah satu ruangan, sedangkan GE diminta menunggu di luar. Tidak ada kejadian pembunuhan saat itu.

Selanjutnya pada 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri untuk bertemu tersangka Mbah Slamet dengan menggunakan kendaraan Wuling warna hitam. Sesampainya di Banjarnegara pada 23 Maret 2023 atau setelah menempuh perjalanan 3 hari dari Sukabumi, PO sempat chat lewat WhatsApp dengan anaknya yang lain yakni SL yang merupakan adik GE.

Dalam pesan tersebut, PO menuliskan jika sedang di rumah tersangka Mbah Slamet dan meminta anaknya berjaga-jaga seandainya dia berumur pendek atau tidak ada kabar hingga Minggu (26/3). PO meminta agar SL dan GE lapor polisi dan datang ke rumah tersangka Mbah Slamet bersama polisi karena GE sudah tahu lokasi rumahnya.

Dan sejak 24 Maret, PO tidak bisa dihubungi melalui telepon selulernya, sehingga GE melaporkannya ke Polres Banjarnegara. Laporan ini ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan terhadap Mbah Slamet, hingga akhirnya korban PO ditemukan terkubur di dekat jalan setapak menuju hutan di Wanayasa pada Sabtu (1/4).

Total Korban 11 Orang, 1 Sudah Teridentifikasi

Dalam pengembangan kasus yang dilakukan polisi, ditemukan 10 jasad korban yang terkubur di jalan setapak yang merupakan lahan milik Mbah Slamet. Para korban dikuburkan berdekatan di lokasi yang berjarak sekitar 2 Km dari rumah tersangka.

Saat dilakukan penggalian oleh Tim SAR gabungan Banjarnegara, kondisi jenazah saat ditemukan sebagian sudah berupa tulang belulang dan tidak dapat dikenali. Jenazah yang ditemukan rata-rata dikubur di kedalaman 1 meter, bahkan ada beberapa jenazah yang dikuburkan bersama dalam satu lubang.

Dengan ditemukannya 10 jasad ini, maka total korban pembunuhan berantai denga tersangka Mbah Slamet di Banjarnegara ini menjadi 11 orang, dimana 1 orang teridentifikasi atas nama PO.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore