
Anggota Satlantas Polresta Manado, Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan. Dia tewas di dalam mobil Alphard warna hitam. (Ist)
JawaPos.com–Pakar Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menilai, kasus bunuh diri Brigadir Ridhal Ali Tomi tidak berakhir begitu saja. Harus ada pembuktian mengenai penyebab Ridhal berani mengakhiri hidupnya sendiri.
”Pertanyaannya, apakah karena pelatuk ditarik RAT sendiri, maka serta merta dan mutlak itu adalah bunuh diri?” kata Reza kepada wartawan, Jumat (3/5).
Reza mencontohkan beberapa kondisi. Misalnya, Ridhal tewas karena letupan senjata api tidak sengaja. Bisa juga Ridhal bunuh diri karena adanya intimidasi.
”Jadi, sebab-musabab jari RAT menarik pelatuk perlu dicari tahu,” jelas Reza Indragiri Amriel.
Dari sudut psikologi forensik, lanjut dia, kematian baru disimpulkan sebagai bunuh diri hanya jika terpenuhi tiga syarat. Pertama perbuatan sepenuhnya sukarela (voluntary).
Kedua niatnya menarik pelatuk semata-mata untuk bunuh diri. Bukan melukai atau pun membuat cacat dan ketiga pemahaman yang bersangkutan bahwa perbuatannya dapat mengakibatkan kematian.
”Untuk menjawabnya secara lengkap, butuh otopsi psikologi forensik. Masalahnya, kali ini Apsifor justru tak Polres Jaksel libatkan,” tutur Reza.
Sebelumnya, Anggota Satlantas Polresta Manado, Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan. Dia tewas di dalam mobil Alphard hitam.
Kabar tewasnya Brigadir Ridhal dibenarkan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. Kasus kemudian sudah ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.
”Polsek Mampang Polrestro Jaksel Polda Metro Jaya telah menangani sejak awal proses penyelidikan ini,” kata Trunoyudo.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombespol Ade Rahmat Idnal mengidentifikasi kematian Brigadir Ridhal karena bunuh diri, bukan pembunuhan.
”Bukan penembakan ya,” kata Ade Rahmat Idnal saat dikonfirmasi, Jumat (26/4).
Ade menuturkan, korban tewas dengan menembakan senjata api ke kepala sendiri. Korban ditemukan sudah tak bernyawa di dalam mobil.
”Iya bunuh diri menembak kepalanya menggunakan senpi,” tegas Ade Rahmat Idnal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
