Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 April 2024 | 23.04 WIB

Mengapa Banyak Bank Bangkrut pada Awal 2024? Ini Penjelasan LPS

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono. - Image

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono.

JawaPos.com - Sebanyak 10 Bank dilaporkan bangkrut pada periode awal 2024 ini. Kesepuluh bank tersebut merupakan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono menjelaskan, penyebab utama penutupan sejumlah bank tersebut mayoritas disebabkan mismanagement berupa tindak pidana (fraud).

Saat ini, OJK juga tengah melakukan konsolidasi industri BPR/BPRS dengan menerapkan kebijakan single presence policy untuk BPR/BPRS.

Baca Juga: LPS Dorong Perempuan Melek Keuangan

"Jumlah BPR/BPRS mencapai 1.575 per Desember 2023 diharapkan secara bertahap dapat berkurang sejalan dengan penerapan kebijakan OJK tersebut dan menghasilkan pelaku industri yang lebih sehat," kata Didik kepada JawaPos.com, Jumat (19/4).

Adapun fraud yang banyak terjadi di BPR antara lain kredit fiktif, kredit topengan yakni kredit yang sebagian atau seluruh dana pencairannya digunakan bukan oleh debitur, dan pengambilan dana angsuran kredit oleh oknum BPR.

"Sedangkan di sisi simpanan, fraud yang terjadi antara lain pengambilan dana setoran simpanan dan penarikan sepihak dana simpanan oleh oknum BPR. Selain itu, bentuk fraud yang juga sering ditemukan adalah pengambilan dana kas BPR dan window dressing laporan keuangan BPR," jelasnya.

Baca Juga: Jokowi Bakal Groundbreaking Proyek di IKN Jelang Nataru, Ada RS Pemerintah hingga Gedung LPS

Meski begitu, Didik mengatakan, proyeksi kinerja BPR/BPRS di tahun 2024 diperkirakan masih akan tumbuh positif sejalan dengan perkembangan pemulihan ekonomi domestik, meskipun terdapat beberapa BPR/BPRS yang ditutup di awal tahun 2024.

Kinerja BPR/S berdasarkan data terakhir pada Desember 2023 secara umum cukup baik. Permodalan (KPMM) masih relatif tinggi pada level 29,98 persen (BPR) dan 23,21 persen (BPRS). Industri BPR/S masih dapat mempertahankan efisiensi operasional cukup stabil dengan BOPO berkisar 89,37 persen (BPR) dan 85,79 persen (BPRS).

"Sementara fungsi intermediasi BPR/S membaik tercermin dengan penyaluran kredit dan DPK pada Desember 2023 tumbuh positif masing-masing sebesar 9,79 persen dan 9,11 persen secara tahunan. LDR BPR berkisar 76,56 persen dan FDR BPRS di kisaran 111,50 persen," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore