
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono.
JawaPos.com - Sebanyak 10 Bank dilaporkan bangkrut pada periode awal 2024 ini. Kesepuluh bank tersebut merupakan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono menjelaskan, penyebab utama penutupan sejumlah bank tersebut mayoritas disebabkan mismanagement berupa tindak pidana (fraud).
Saat ini, OJK juga tengah melakukan konsolidasi industri BPR/BPRS dengan menerapkan kebijakan single presence policy untuk BPR/BPRS.
Baca Juga: LPS Dorong Perempuan Melek Keuangan
"Jumlah BPR/BPRS mencapai 1.575 per Desember 2023 diharapkan secara bertahap dapat berkurang sejalan dengan penerapan kebijakan OJK tersebut dan menghasilkan pelaku industri yang lebih sehat," kata Didik kepada JawaPos.com, Jumat (19/4).
Adapun fraud yang banyak terjadi di BPR antara lain kredit fiktif, kredit topengan yakni kredit yang sebagian atau seluruh dana pencairannya digunakan bukan oleh debitur, dan pengambilan dana angsuran kredit oleh oknum BPR.
"Sedangkan di sisi simpanan, fraud yang terjadi antara lain pengambilan dana setoran simpanan dan penarikan sepihak dana simpanan oleh oknum BPR. Selain itu, bentuk fraud yang juga sering ditemukan adalah pengambilan dana kas BPR dan window dressing laporan keuangan BPR," jelasnya.
Baca Juga: Jokowi Bakal Groundbreaking Proyek di IKN Jelang Nataru, Ada RS Pemerintah hingga Gedung LPS
Meski begitu, Didik mengatakan, proyeksi kinerja BPR/BPRS di tahun 2024 diperkirakan masih akan tumbuh positif sejalan dengan perkembangan pemulihan ekonomi domestik, meskipun terdapat beberapa BPR/BPRS yang ditutup di awal tahun 2024.
Kinerja BPR/S berdasarkan data terakhir pada Desember 2023 secara umum cukup baik. Permodalan (KPMM) masih relatif tinggi pada level 29,98 persen (BPR) dan 23,21 persen (BPRS). Industri BPR/S masih dapat mempertahankan efisiensi operasional cukup stabil dengan BOPO berkisar 89,37 persen (BPR) dan 85,79 persen (BPRS).
"Sementara fungsi intermediasi BPR/S membaik tercermin dengan penyaluran kredit dan DPK pada Desember 2023 tumbuh positif masing-masing sebesar 9,79 persen dan 9,11 persen secara tahunan. LDR BPR berkisar 76,56 persen dan FDR BPRS di kisaran 111,50 persen," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
