Kondisi spot selfie dengan latar Kawah Ijen di Banyuwangi yang kini ditutup oleh pengelola karena sebelumnya terjadi insiden tewasnya turis wanita asal Tiongkok pada hari Sabtu (20/4) lalu.
JawaPos.com – Pasca insiden maut yang menewaskan seorang turis wanita asal Tiongkok yang jatuh dari bibir jurang pada hari Sabtu (20/4), spot selfie berlatar Kawah Ijen, Banyuwangi kini ditutup.
Diketahui, pengelola wisata taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, menutup sejumlah spot selfie pada hari Selasa (23/4) kemarin.
Terkait penutupan sejumlah spot selfie di Kawah Ijen itu, Kepala Pos TWA Ijen Sigit Hariwibowo mengungkapkan bahwa salah satu titik yang ditutup itu berada di sepanjang jalur hutan mati. Jalur hutan mati itu diketahui mempunyai panjang sekitar 400 meter.
“Tempat turis yang jatuh ke jurang itu ada di salah satu titik jalur tersebut,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Banyuwangi (JawaPos Group).
Ia menjelaskan bahwa jalur hutan mati itu berada di bibir jurang dan mempunyai kedalaman sekitar 100 meter. Saat ini, pihak TWA Ijen selaku pengelola telah memasang pita pembatas di beberapa spot jalur hutan mati tersebut. Selain itu, juga dipasang papan imbauan agar wisatawan tidak mendekat ke lokasi tersebut.
“Kami sudah berdiskusi dengan para pemandu wisata dan mereka setuju bahwa Kawasan itu memang rawan sekali. Mereka juga setuju agar jalur itu ditutup sebagai spot foto,” tutur Sigit.
Tak hanya di spot jalur hutan mati, pihak pengelola juga membatasi aktivitas wisatawan di tempat pemrosesan blue fire itu. Sebelumnya, lokasi itu menjadi salah satu spot selfie populer di Kawah Ijen.
“Di titik pemrosesan blue fire itu terdapat pipa-pipa besar yang mengeluarkan panas hingga 300 derajat Celcius. Penutupan dilakukan untuk meminimalisasi risiko atas hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.
Sigit mengatakan bahwa penutupan titik spot selfie di lokasi itu dilakukan hingga batas waktu yang masih belum ditentukan. Begitu juga dengan kemungkinan ditutup permanen atau tidak, menurutnya hingga saat ini petugas belum menentukan.
“Kami batasi hingga waktu yang belum dapat ditentukan sampai kapan,” kata dia.
Pembahasan lebih lanjut terkait hal tersebut rencananya masih akan dibahas pada pelaksanaan evaluasi yang digelar pada tanggal 28 hingga 30 April mendatang. Selama proses evaluasi berlangsung, TWA Kawah Ijen akan ditutup untuk wisatawan.
“Dari Balai Besar KSDA dan rekan-rekan asosiasi pemandu wisata akan membahasnya nanti. Intinya, kami mengambil kebijakan soal keselamatan tanpa membuat wisatawan merasa kecewa berkunjung ke TWA Kawah Ijen,” pungkasnya.***

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
