
AMBLAS: Kondisi jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di KM 64 yang mengalami longsor pada Rabu (3/4).
JawaPos.com - Jalan tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) yang sempat ditutup akibat kecelakaan maut beberapa waktu lalu akhirnya kembali difungsikan. Tol tersebut kini bisa dimanfaatkan untuk arus balik Lebaran.
Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, atas pertimbangan keselamatan, jalur dari pintu Cigombong ke arah pintu Cibadak/Parungkuda dibuka hanya satu lajur. Tepatnya di Km 64+600 B yang dibuka fungsional untuk kendaraan golongan 1. "Pengaturan lalu lintasnya dilakukan sepenuhnya oleh Polres Sukabumi,” ucap Endra.
Endra menegaskan bahwa akan diberlakukan sistem buka tutup pada ruas fungsional tersebut. "Kementerian PUPR bersama PT Trans Jabar Tol selaku BUJT tetap akan stand by di lapangan untuk memastikan layanan tol fungsional ini berjalan baik,” ujarnya. Mereka yang lewat tol tersebut tidak dipungut biaya.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan menyatakan, setelah tol Bocimi dibuka untuk jalur fungsional, arus lalu lintas menuju Jakarta, Cigombong, Bogor, Cisaat, Sukabumi, dan Cianjur menjadi lebih mudah. ’’Pemudik bisa sampai tujuan dengan lebih cepat,’’ katanya.
Sementara itu, peningkatan arus balik kemarin terlihat di ruas tol area Jabodetabek. "Pada ruas tol Jagorawi terpantau volume lalu lintas cukup tinggi dari arah Puncak, Sukabumi, dan sekitarnya menuju Jabodetabek melalui gerbang tol Ciawi 2,” ucap Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Panji Satria kemarin. Tercatat 42.722 kendaraan yang melintas. Sedangkan dari tol layang MBZ menuju Jabodetabek di ruas tol JORR melalui GT Cikunir 6, terdapat 19.834 kendaraan yang melintas.
Dengan peningkatan volume kendaraan di jalan tol, Korlantas Polri akhirnya resmi memberlakukan one-way sejak Sabtu pukul 15.00 WIB. One-way tersebut berlangsung dari Km 414 tol Kalikangkung hingga Km 72 tol Cipali. Pemberlakuan one-way itu sempat tertunda dari jadwal yang seharusnya dilakukan pada Jumat.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pemberlakuan one-way mengacu pada parameter volume kendaraan yang telah mencapai lebih dari 3 ribu kendaraan per jam. "Sudah sejak pukul 13.00 dilakukan persiapan berupa pembersihan dan pemasangan rambu one-way," ujarnya.
Dengan peningkatan arus kendaraan tersebut, Korlantas memprediksi puncak arus balik terjadi pada Minggu (14/4) hingga Senin (15/4). Karena itu, dia berharap masyarakat menghindari puncak arus balik. ’’Diimbau untuk pulang lebih lambat supaya tidak terjebak kepadatan,’’ ucapnya.
Sementara itu, Operasi Ketupat yang dimulai sejak 4 April bakal berlangsung hingga 16 April lusa. Sesuai data Korlantas, jumlah kecelakaan selama Operasi Ketupat hingga Jumat (12/4) atau selama delapan hari mencapai 317 kejadian. Sedangkan korban meninggal dunia sebanyak 43 orang. Lalu, luka berat 63 orang dan luka ringan 426 orang. ’’Tercatat juga terjadi 19.611 pelanggaran dengan 19.060 dilakukan teguran dan 551 tilang elektronik,’’ urainya. (idr/lyn/dee/c17/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
