Ilustrasi - Gerhana matahari hibrid (GMH). ANTARA/HO-BMKG/am.
JawaPos.com - Gerhana matahari total akan terjadi besok, Senin (8/4) di Amerika, Eropa Barat, Samudera Pasifik, Atlantik, dan Arktik. Ketika peristiwa ini terjadi, apakah kalian sadar jika awan kumulus turut menghilang ketika gerhana matahari dimulai
Fenomena astronomi ini memang menarik perhatian banyak orang. Awan kumulus di atas daratan kerap menghilang ketika gerhana terjadi. Bagaimana penjelasannya? Berikut faktanya menurut Forbes.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan awan kumulus yang rendah akan menghilang ketika 15 persen bagian matahari tertutupi oleh bulan. Hal tersebut dikarenakan awan kumulus yang berada di atas daratan sensitif terhadap gerhana matahari.
Para peneliti juga melakukan simulasi muncul dan hilangnya awan. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gerhana matahari sebagian memengaruhi kenaikan udara.
Sementara itu, jika berada di atas laut maka tidak ada pengaruh antara awan dengan gerhana matahari. Hal ini karena air laut yang tidak mendingin secara cepat.
Ditambahkan dari Live Science juga, peneliti menemukan bahwa tutupan awan kumulus rata-rata turun lebih dari empat kali lipat. Hal tersebut ditemukan ketika gerhana bulan cincin terjadi akhir-akhir ini. Tepatnya, ketika bayangan bulan tengah melewati bumi.
Awan kumulus tingkat rendah cenderung muncul pada ketinggian sekitar 2 km (1,2 mil) dan sangat dipengaruhi oleh tingkat pudarnya cahaya matahari. Tutupan awan ini berkurang sekitar ketika 15 persen permukaan matahari tertutup. Peristiwa ini terjadi kurang lebih 30 menit setelah gerhana dimulai.
Awan akan mulai kembali sekitar 50 menit setelah pudarnya cahaya matahari secara maksimum. Meskipun tutupan awan umumnya hanya sekitar 40 persen saat kondisi gerhana, kurang dari 10 persen langit tertutup awan selama pudarnya cahaya matahari yang maksimal. Pada skala besar, awan kumulus akan mulai menghilang.
Gerhana matahari memang jarang terjadi. Biasanya peristiwa ini akan terjadi antara dua hingga lima kali per tahun. Akibatnya, fenomena tersebut memberikan peluang besar untuk penyelidikan ilmiah secara lanjut.
Fenomena gerhana matahari juga adalah peristiwa yang unik. Keunikan inilah membuat peneliti mempelajari apa yang terjadi ketika sinar matahari sedang dikaburkan dengan cepat. Hal tersebut diucapkan oleh ahli geosains di Delft University of Technology di Belanda, Victor JH Trees.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
