Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 15.53 WIB

Soal Kasus Penyiksaan Anggota KKB oleh Prajurit Yonif 300, TNI AD Akan Telusuri Keterlibatan Atasannya

 
 

Pemukulan oknum TNI kepada warga Papua. (IG Dhandy Laksono)

 
 
JawaPos.com - Pengabdian Batalyon Yonif 300 Raider/Braja Wijaya selama bertugas di Papua tercoreng. Hal itu lantaran ada beberapa oknum yang melakukan penyiksaan kepada anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tertangkap.
 
Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, Batalyon ini sebetulnya bertugas dengan baik selama di Papua. Bahkan mereka mendapat penghargaan dari masyarakat setempat.
 
"Batalyon 300 sendiri sebenarnya sudah bertugas kemarin selama 9 bulan di Papua dan prestasinya cukup bagus. Bahkan mereka mendapat penghargaan dari suku Dani dengan gelar Kogoya," kata Kristomei kepada wartawan, Selasa (26/3).
 
Selain itu, Batalyon ini juga diberi penghargaan oleh Bupati Puncak. Namun, setelah Batalyon ini dipulangkan ke Kodam III/Siliwangi, mendadak beredar video penyiksaan KKB yang dilakukan oleh beberapa orang prajurit.
 
"Nantinya akan kita cek lebih lanjut apakah ini atas inisiatif pribadi atau memang ada perintah dari atasannya untuk melakukan itu," jelas Kristomei. 
 
Sebelumnya, Amnesty International Indonesia memastikan bahwa orang dalam video yang viral disiksa adalah Orang Asli Papua (AOP). Dalam video itu, korban dalam keadaan kedua tangan diikat dari belakang, pria itu dimasukkan ke dalam drum warna biru berisi air yang memerah karena darah.
 
Kepala korban berulang kali dipukuli dan ditendangi secara kejam oleh para pelaku yang bertubuh tegap, berkaos dan berambut cepak, dan salah satunya memakai kaos hijau bertuliskan angka 300.
 
 
Para penyiksa yang memukuli dan menendangi korban secara bergantian juga terdengar mengatakan ujaran kasar seperti, “Angkat muka, angkat muka, angkat muka, anjing, bangsat!” Kemudian seorang lagi berkata kepada rekannya yang sedang memukul korban, "Gantian, gantian, sabar dulu.” Ada juga yang berkata, "Jangan main tangan." 
 
Korban sendiri dipastikan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Dia teridentifikasi sebagai Definus Kogoya. 
 
 
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore