Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 23.08 WIB

BMKG Peringatkan Fenomena La Nina di Indonesia, Terutama Untuk Sektor Pertanian

Terjadinya fenomena alam La Nina yang mencapai puncak nya sekitar bulan Juli sampai September 2024.(Istimewa) - Image

Terjadinya fenomena alam La Nina yang mencapai puncak nya sekitar bulan Juli sampai September 2024.(Istimewa)

JawaPos.com - La Nina merupakan fenomena alam yang terjadi secara periodik di Samudera Pasifik. Fenomena ini menyebabkan suhu permukaan laut di wilayah tersebut mengalami penurunan, sehingga udara terasa lebih dingin dari biasanya.

Selain itu, La Nina juga berdampak pada curah hujan yang lebih tinggi dari rata-rata, sehingga dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti badai, banjir, longsor, dan angin kencang.

Sebagai informasi, La Nina sendiri berasal dari Bahasa Spanyol yang berarti "Gadis Kecil". Dalam beberapa konteks, istilah La Nina juga bisa diartikan sebagai anti-El Nino atau peristiwa dingin.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa La Nina merupakan kebalikan dari El Nino. Jika El Nino akan memberikan dampak kekeringan, maka La Nina akan membawa dampak tingginya curah hujan di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengingatkan kepada masyarakat di Tanah Air untuk mempersiapkan diri menyambut fenomena La Nina. Pasalnya, fenomena ini juga dapat memberi dampak yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari

Pada beberapa bulan terakhir kemarin tahun 2023, fenomena El Nino membuat hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami musim kemarau panjang. Bahkan, beberapa daerah di Indonesia mencapai suhu hingga 40° celcius.

Semenjak bulan November 2023 kemarin, musim panas ekstrim ini mulai berangsur menghilang. Hal ini ditandai dengan meningkatnya curah hujan dari hari ke hari. Seiring berjalannya waktu, curah hujan pun mulai mencapai puncaknya sehingga menandai mulai melemahnya El Nino.

Prakiraan Terjadinya La Nina
Menurut pemantauan dari Stasiun Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Indonesia, diketahui bahwa El Nino memang masih berlangsung pada bulan Februari 2024 kemarin. Hanya saja, intensitasnya mulai mengalami penurunan dan menuju netral seiring berjalannya waktu. Pasalnya, suhu permukaan laut kini menjadi lebih dingin dari pada sebelumnya.

“El Nino diprediksi akan segera menuju netral pada periode Mei, Juni, Juli 2024,” jelas Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia.

Akibat perubahan ini, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Climate menyebutkan bahwa kemungkinan sebentar lagi La Nina akan datang. Menurut prediksi BMKG, La Nina akan mencapai puncak pada sekitar bulan Juli 2024 dan terus mengalami penurunan pada periode bulan Agustus hingga September 2024.

Prediksi Curah Hujan Dasarian pada bulan Maret Dasarian III - bulan April Dasarian II Tahun 2024 dan pada bulan Maret III - bulan April II 2024 umumnya diprediksi curah hujan berada di kriteria rendah - menengah (0-150 mm/dasarian).

Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi- sangat tinggi (>150mm/dasarian)

• Pada bulan Maret III 2024 meliputi sebagian Aceh bagian Barat, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Sumatera Barat, sebagian kecil Jawa
Barat bagian Tengah, sebagian kecil NTT, sebagian Kalimantan Barat bagian Tengah, Kalimantan Tengah bagian Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan dan sebagian Papua.

• Pada bulan April I 2024 meliputi sebagian Aceh bagian Barat, Sumatra Utara bagian Barat, Sumatra Barat bagian Barat, sebagian kecil Banten, Sebagian Jawa Barat bagian Tengah, Jawa
Tengah bagian Tengah, sebagian Jawa Timur bagian Tengah, sebagian Bali, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi
Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Maluku dan sebagian Papua.

• Pada bulan April II 2024 meliputi sebagian kecil Aceh bagian Barat, sebagian kecil Sumatra Utara, sebagian kecil Sumatra Selatan, sebagian kecil Banten, sebagian Jawa Barat bagian tengah, Jawa Tengah bagian tengah,
Jawa Timur bagian tengah, sebagian Bali, sebagian kecil NTB, sebagian NTT, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan sebagian Papua.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore