
Menko PMK Muhadjir Effendy pada acara pemberian santuan kepada korban gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (10/1/2024).
JawaPos.com – Target penurunan angka kemiskinan di angka 7,5 persen pada 2024 sulit tercapai. Pasalnya, angka kemiskinan saat ini masih berada di posisi 9,36 persen. Pemerintah menyiapkan beberapa skema untuk mempercepat penanganan kemiskinan.
Kemarin (22/2) Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin rapat percepatan penanganan kemiskinan. Sejumlah menteri terkait mengikuti rapat yang berlangsung tertutup selama dua jam tersebut.
Menko Bidang PMK Muhadjir Effendy menjelaskan, angka kemiskinan per 2023 adalah 9,36 persen atau sekitar 26 juta jiwa. Sementara itu, target di RPJMN 2020–2024, angka kemiskinan turun jadi 6,5 persen sampai 7,5 persen. ”Saya tidak terlalu optimistis bisa capai (target) itu,” katanya setelah rapat.
Berdasar pengalaman, penurunan angka kemiskinan setiap tahun hanya 0,3 persen sampai 0,5 persen. Jadi, Muhadjir menyatakan, target penurunan angka kemiskinan itu tidak akan tercapai.
Meski demikian, Muhadjir menambahkan, target nol persen kemiskinan ekstrem sangat mungkin tercapai. Saat ini angka kemiskinan ekstrem masih 1,12 persen atau sekitar 6 juta jiwa. Pada periode 2022–2023, angka kemiskinan turun 0,9 persen. Dengan demikian, target angka kemiskinan ekstrem nol persen, menurut dia, optimistis dapat tercapai.
Dia menjelaskan, target nol persen itu tidak bulat, tetapi masih dalam kisaran nol koma sekian. ”Kalau bulat (0,00 persen) enggak mungkin lah,” katanya. Sebab, populasi jumlah penduduk miskin ekstrem saat ini masih 6 juta jiwa. Jauh lebih besar daripada populasi Singapura yang tercatat 5,6 juta jiwa.
Nah, upaya mempercepat penanganan kemiskinan sesuai arahan Wapres antara lain penataan kembali kebijakan penganggaran. Termasuk perlunya mempertegas definisi antara perlindungan sosial dan bantuan sosial. ”Ini dua hal yang berbeda, tetapi sering dicampuradukkan,” katanya.
Muhadjir mengatakan, perlindungan sosial mencakup salah satunya bantuan sosial. Jadi, tidak semua perlindungan sosial itu bantuan sosial. Anggaran perlindungan sosial pada 2024 sekitar Rp 490 triliun. ”Tetapi, itu adalah bukan (semuanya) bantuan sosial,” kata dia. Sementara itu, anggaran bantuan sosial untuk tahun ini Rp 97 triliun.
Dana perlindungan sosial selain bantuan sosial adalah program ketahanan pangan Rp 190 triliun. Kemudian, ada beragam subsidi. Misalnya, subsidi BBM, LPG, listrik, dan pupuk. Ada juga subsidi bunga KUR. (wan/c19/fal)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
