
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah bahwa Bantuan Sosial atau Bansos menjadi sebab meroketnya harga beras di pasaran dan langka di minimarket.
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah bahwa Bantuan Sosial atau Bansos menjadi sebab meroketnya harga beras di pasaran dan langka di minimarket. "Tidak ada hubungannya, tidak ada hubungannya sama sekali dengan bantuan pangan beras, tidak ada hubungannya sama sekali harga," kata Jokowi usai sidak di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Kamis (15/2).
Lebih lanjut, Jokowi justru menegaskan bahwa bansos yang diberikan ke masyarakat itulah yang telah membantu mengendalikan harga di pasaran.
"Justru ini yang bisa mengendalikan, karena suplainya lewat bansos ke masyarakat, justru itu yang menahan (harga) tidak naik. Kalau enggak, justru melompat (harga berasnya)," tegas Jokowi.
"Ini rumus suplai dan demand, kalau suplainya diberikan dan terdistribusi dengan baik otomatis harga akan terkendali," imbuh Jokowi.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menepis kelangkaan beras di minimarket tersebut. Dia memastikan, stok beras masih ada di pasar hingga rumah tangga.
“Enggak, enggak begitu (langka). Bapanas tadi bersama Pak Presiden, ada Mendag, Menteri BUMN, Menko Perekonomian pagi-pagi sekali dari istana untuk membahas kondisi perberasan hari ini,” kata Arief kepada wartawan di Kantor PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta, Senin (12/2).
“Beras hari ini cukup, buktinya kalau ga percaya main aja ke pasar, di rumah tangga, di rumah bapak ibu semua, pasti ada beras, ga ada yg ga ada beras. pasti ada,” imbuh Arief.
Arief juga menjelaskan, terkait dengan pembatasan pembelian beras hanya 2 pak di minimarket. Itu dilakukan sebagai bentuk pemerataan sehingga jika ada masyarakat yang hendak membeli dalam jumlah banyak bisa langsung ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), bukan minimarket.
Baca Juga: Harga Beras Naik Gila-gilaan, Beberapa Ritel Kosong Melompong, Jokowi: Stok di Bulog Masih Cukup Banyak
Meski begitu, pemerintah mengakui pada Januari - Februari 2024 memang kondisi neraca beras pemerintah kurang 2,8 juta ton. Tetapi, kata Arief, pemerintah sudah mempersiapkan dengan melakukan importasi.
“Kalau saya bicara seperti ini 3 atau 6 bulan lalu, teman-teman tanyakan (saya) pro impor atau ga, bukan itu poinnya. Kita lagi mempersiapkan cadangan pangan pemerintah. Karena kalau Bulog tidak memiliki cadangan pangan pemerintah, terjadi seperti ini sangat bahaya. Jadi saya tegaskan hari ini, stok pemerintah cukup ya,” tegasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
