Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Februari 2024 | 18.51 WIB

Kapal TNI-AL Ikut Antar Logistik Pemilu

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang didampingi anggotanya di wilayah Kecamatan Cempaka Putih melakukan setting packing logistik pemilihan umum (Pemilu) 2024 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (6/2/2024). - Image

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang didampingi anggotanya di wilayah Kecamatan Cempaka Putih melakukan setting packing logistik pemilihan umum (Pemilu) 2024 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (6/2/2024).

JawaPos.com - Pendistribusian logistik Pemilu 2024 untuk daerah kepulauan melibatkan kapal TNI Angkatan Laut. Akhir pekan lalu (10/2), misalnya, TNI-AL menggerakkan KRI Teluk Wondama-527. Kapal yang biasa dipakai untuk mendaratkan tank itu dikirim ke Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Komandan KRI Teluk Wondama-527 Letkol Laut (P) Sriadi menyampaikan, tugas itu dilaksanakan sesuai perintah dari KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan Panglima Komando Armada (Koarmada) III Laksamana Muda TNI Hersan. ”Dalam rangka mendukung pendistribusian logistik di 13 wilayah di Kabupaten Maluku Barat Daya,” ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima Jawa Pos kemarin (11/2).

Bertolak dari Dermaga Tawiri, Ambon, kapal berlayar untuk mengantar logistik pemilu. KPU meminta bantuan TNI-AL lantaran daerah-daerah itu tidak dapat diakses melalui jalur darat maupun udara. Sriadi memastikan, distribusi logistik pemilu menggunakan kapal Angkatan Laut turut melibatkan petugas dari KPU dan Bawaslu.

Sriadi mengakui, logistik yang diangkut tidak seluruhnya diturunkan di dermaga pulau-pulau tujuan. ”Karena tidak semua dermaga memadai untuk disandari kapal besar. Pendistribusian dibantu perahu-perahu kecil atau patkamla dan speedboat,” ujarnya.

Selain di Maluku, TNI-AL mendapat permintaan bantuan dari KPU di Sulawesi Utara. Persisnya di Kabupaten Sangihe. Untuk mendistribusikan logistik pemilu ke beberapa pulau di Sulawesi Utara, mereka mengerahkan KRI Kakap-811.

Berdasar data Dinas Penerangan TNI-AL, kapal perang itu sudah membantu distribusi logistik pemilu ke Pulau Marore, Pulau Matutuang, Pulau Lipang, dan pulau-pulau lainnya.

Coblosan di Luar Negeri

WNI di luar negeri mulai nyoblos di TPS kemarin (11/2). Salah satunya yang berada di Malaysia. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Malaysia (Dubes) Hermono, di Kuala Lumpur (KL), pencoblosan dipusatkan di World Trade Center (WTC). Semua WNI yang sudah terdaftar di Indonesia bisa membawa surat pindah untuk memberikan hak pilihnya. ”Ada sekitar 800 ribu DPT di seluruh Malaysia. Untuk DPT KL 447 ribu,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Hermono mengungkapkan, antusiasme WNI di sana untuk ikut pemilu sangat tinggi. Hingga siang, kondisi di WTC masih sangat padat. Bahkan, di antara TPS lainnya di negara-negara bagian Malaysia yang lain, kondisi di KL disebutnya paling tinggi antusiasmenya.

Setidaknya, ada enam TPS dibuka pada Minggu ini untuk proses pemungutan suara bagi pemilih yang terdaftar di Malaysia. Meliputi WTC Kuala Lumpur yang melibatkan 222.945 pemilih, Johor Bahru 2.684 pemilih, Penang 5.375 pemilih, Kota Kinabalu 2.811 pemilih, Tawau 20.247 pemilih, dan Kuching 2.988 pemilih.

Selain TPS, pelaksanaan pemilu melalui kotak suara keliling telah dilakukan sejak 1 Februari 2024. Kemudian, panitia pemilihan luar negeri Indonesia (PPLN) juga melakukan pemungutan suara melalui pos yang dikirimkan ke alamat 156.367 pemilih di Malaysia pada 2 Januari 2024.

Dia mengakui proses pemungutan suara di Malaysia kerap mendapat perhatian besar karena melibatkan jumlah pemilih luar negeri terbesar. Yakni, 47,55 persen dari total 1,75 juta pemilih dalam daftar pemilih luar negeri.

Antusiasme WNI di KL itu diamini Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo. Dia mengaku tengah berada di kerumunan ribuan calon pemilih dalam pemilu awal di KL. ”Di Kuala Lumpur, pemilu berlangsung tanggal 11 Februari 2024 dan ada sekitar 223 TPS. TPS ini melayani 223 ribu pemilih,” paparnya.

Menurutnya, jumlah WNI yang hendak berpartisipasi dalam Pemilu 2024 di KL membeludak. Terlebih, banyak WNI yang belum terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) yang tetap datang agar bisa memberikan hak pilihnya. Diperkirakan, ada kurang lebih 150 ribu WNI yang belum masuk DPT ini. ”Banyak pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di Malaysia datang ke TPS, tapi ternyata tidak terdaftar di DPT,” katanya. (syn/mia/c17/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore