Miniatur Cikar di Museum Angkut Jatim (jtp.id/museumangkut)
JawaPos.com - Perusahaan Umum (Perum) Damri telah menjadi salah satu inovasi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan bidang moda transportasi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Selama bertahun-tahun Damri dipercaya masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan mobilitas mereka dari satu daerah ke daerah lainnya.
Hingga saat ini, keberadaan armada Damri telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, Damri juga mengaspal di daerah 3TP (Tertinggal, Terluar, Terpencil, dan Perbatasan).
Damri terkenal dengan armada bus, taksi dan moda transportasi modern lainnya dengan spesifikasi yang megah dan mampu membuat nyaman penumpang.
Namun, sebelum berkembang sedemikian rupa seperti sekarang, tak banyak yang tahu bahwa armada pertama yang diluncurkan Perum Damri sangatlah sederhana.
Dilansir dari museum.kemdikbud.go.id, Jumat (9/2), armada pertama yang dimiliki Damri ini bernama Cikar. Keberadaan armada Cikar ini sangat berperan di masa kemerdekaan tahun 1946.
Pada masa kolonial itu, fungsi utama armada Cikar adalah sebagai alat angkutan logistik keperluan militer di daerah Banyumas, Jawa Tengah.
Baca Juga: Damri Luncurkan Trayek Internasional Menuju Malaysia, Simak Rute, Tarif dan Operasionalnya
Kendati demikian, Cikar serupa juga melayani daerah lainnya di Provinsi Jawa Timur Diantaranya seperti, Ibu Kota Jawa Timur alias Surabaya dan Mojokerto.
Ironisnya, pada saat perbekalan untuk bertahan hidup para prajurit habis, sapi atau kerbau yang menjadi penarik Cikar, akan dikorbankan sebagai lauk pauk. Akhirnya, seiring berjalannya waktu Cikar pun dimusnahkan.
Sementara itu, dilansir dari Jawa Timur Park Group, di Tuban, Cikar merupakan salah satu alat transportasi tradisional para petani di zaman dahulu sebelum kendaraan mesin muncul.
Disana, Cikar biasa dimanfaatkan oleh para petani untuk melakukan berbagai aktivitas bertani. Diantaranya, mengangkut hasil panen dan mengangkut pupuk.
Saking bersejarahnya, miniatur Cikar ini diabadikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di Museum Angkut, tepatnya di lantai 2 zona Hall.
Untuk diketahui, hingga kini, keberadaan armada Cikar masih banyak ditemui di Kabupaten Kediri, dan di Desa Wadung, Kecamatan Jenu kabupaten Tuban. Bahkan, mungkin masih banyak tersebar di wilayah Jatim lainnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
