Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 01.39 WIB

Jelang Pemilu 2024, BMKG Prakirakan Curah Hujan Tinggi saat Pemungutan Suara, Ketahui Penyebabnya

Ilustrasi: Warga memberikan hak suaranya di TPS 16 yang terdampak banjir di Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Pemilu 2019 lalu. - Image

Ilustrasi: Warga memberikan hak suaranya di TPS 16 yang terdampak banjir di Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Pemilu 2019 lalu.

JawaPos.com – Menjelang Pemilu 2024, perhatian publik semakin fokus terhadap segala aspek yang mungkin dapat memengaruhi jalannya proses demokrasi. Salah satu elemen penting yang tidak boleh diabaikan yakni perihal cuaca.

Pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang, diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Dilansir dari ANTARA pada Rabu (7/2), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa periode pemungutan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Umum 2024 yang akan berlangsung pada 13-15 Februari 2024, diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi di beberapa wilayah.

Guswanto selaku Deputi Bidang Meteorologi BMKG mengungkapkan bahwa periode tersebut diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi dengan rata-rata berkisar antara 150 mm - 300 mm, bahkan memiliki potensi melebihi angka tersebut.

Potensi tersebut timbul karena kondisi dinamika atmosfer yang signifikan, termasuk penguatan angin Monsun Asia dan aktivitas gelombang ekuator rossby.

Kedua fenomena ini memainkan peran sebagai faktor pembentuk awan hujan, pola belokan angin, dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia.

Guswanto menjelaskan bahwa dalam kondisi cuaca seperti ini, potensi kejadian bencana hidrometeorologi di daerah-daerah yang terkena dampak hujan akan semakin besar.

Berdasarkan laporan dari BMKG, sebanyak 25 daerah memiliki potensi untuk mengalami hujan intensitas tinggi pada tanggal 13-15 Februari 2024.

Adapun 25 daerah tersebut meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.

Selain itu juga meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.

“Informasi ini hasil pengamatan sainstifik lantas jangan pula dipolitisasi, dimaknai aneh-aneh. Tapi mesti direspons dengan semangat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna memperlancar proses pemilu,” ujar Guswanto.

BMKG memastikan bahwa seluruh informasi faktual terkait cuaca dan iklim telah terintegrasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), TNI-Polri, Basarnas, BNPB, dan dapat diakses secara luas oleh publik melalui aplikasi BMKGInfo dalam kanal Informasi Cuaca Pemilihan Umum 2024.

Dengan demikian, BMKG berharap bahwa panitia penyelenggara pemilu dan pihak terkait lainnya dapat menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga proses pemungutan suara tetap berjalan lancar dan kondusif seiring dengan ketersediaan informasi yang tersedia.

Sarana dan prasarana yang memadai seperti penempatan tempat pemungutan suara-rekapitulasi di lokasi yang aman dari hujan, angin, longsoran, dan gelombang laut, misalnya dengan menggunakan tenda atau memilih gedung yang tepat.

“Kesehatan pemilih dan petugas di TPS juga diperhatikan. Siapkan jas hujan atau pakaian tebal karena dalam kondisi hujan rentan sakit,” pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore