Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 23.47 WIB

RSUD R Syamsudin Siapkan Fasilitas Layanan Konsultasi untuk Mencegah Lonjakan Caleg Stres di Pemilu 2024

Direktur RSUD R Syamsudin SH, dr Donny Sulifan saat diwawancara Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Jumat (2/1). (FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

 
JawaPos.com - Untuk mengantisipasi lonjakan calon anggota legislatif (caleg) mengalami stres di pemilu 2024, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH telah menyiapkan fasilitas layanan konsultasi bagi pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.
 
Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi potensi lonjakan kasus gangguan jiwa yang mungkin saja bisa dialami oleh caleg yang gagal lolos dalam pemilu 2024.
 
Direktur RSUD R Syamsudin SH, dr Donny Sulifan mengungkapkan bahwa berdasarkan statistik, kejadian stres, depresi, dan sejenisnya cenderung meningkat pasca pemilu.
 
Meskipun dirinya juga berharap tidak ada kejadian gangguan kesehatan setelah pemilu, baik secara fisik, psikologis, maupun spiritual.
 
"Ya, kasus ini sering kali menjadi berita ramai bahkan ada yang sampai mengalami tindakan bunuh diri. Untuk itu, RSUD R Syamsudin SH sebagai rumah sakit tipe B regional, memiliki fasilitas layanan psikiater dan pelayanan penyakit kejiwaan," ungkap Donny, dikutip dari Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), Jumat, (2/2).
 
Donny juga menjelaskan bahwa RSUD R Syamsudin SH menyediakan fasilitas layanan konsultasi melalui poli pemeriksaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) test untuk menguji kesehatan mental, spiritual, dan jasmani semua peserta pemilu.
 
 
"Dengan pemeriksaan MMPI ini, tentunya calon legislatif sudah siap secara mental. Namun, kami tetap memberikan langkah preventif dengan menyiapkan poli layanan eksekutif dan poli perawatan khusus untuk pasien dengan gangguan jiwa akut dan butuh penanganan lebih lanjut," ujarnya.
 
Meski pihak RSUD R Syamsudin SH belum bisa menyampaikan data secara konkret terkait konsultasi pasca pemilu 2019 lalu, namun gangguan kejiwaan seperti stres minimal sudah bisa terdeteksi.
 
Sejalan dengan hal tersebut, berdasarkan pemberitaan dan pengalaman sebelumnya, peningkatan pasien gangguan jiwa umumnya sering terjadi pasca pemilu.
 
"Hal ini wajar mengingat jumlah uang yang dikeluarkan dalam perjalanan Pemilu, yang bisa mencapai puluhan juta hingga miliaran rupiah bahkan dengan cara meminjam atau menggunakan aset pribadi. Keadaan ini, secara psikologis berpotensi mengganggu individu secara manusiawi," bebernya.
 
Adanya fasilitas konsultasi dan penanganan kejiwaan di RSUD R Syamsudin SH tersebut, diharapkan potensi peningkatan kasus gangguan jiwa setelah pemilu dapat diminimalisir.
 
"Kami harap tidak ada lonjakan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan pasca Pemilu nanti," pungkasnya.
 
***
 
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore