Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 September 2022 | 02.57 WIB

Apakah Harga BBM Naik Bikin Kemiskinan Bertambah? Ini Penjelasan BPS

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono - Image

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono

JawaPos.com-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi kabar yang ditunggu masyarakat pada pekan pertama September. Kenaikan BBM bahkan dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga pangan hingga membuat garis kemiskinan bertambah.

Terkait itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan kemiskinan akan bertambah jika kemudian pendapatan yang diwakili pengeluarannya lebih rendah dari garis kemiskinan. Begitu juga sebaliknya, kemiskinan tidak akan bertambah jika diimbangi dengan kenaikan pendapatan masyarakat.

"Kalau pendapatan masyarakat naiknya tidak setinggi naiknya garis kemiskinan, maka itu akan terjadi penambahan kemiskinan. Maka kuncinya supaya BBM tidak berdampak kepada kemiskinan, harus menggenjot kenaikan pendapatan masyarakat," kata Margo kepada wartawan di Gedung BPS Jakarta, Kamis (1/9).

Ia juga bercerita, bahwa Indonesia pernah mempunyai pengalaman bagus saat menghadapi kenaikan BBM sekitar tahun 2013-2014 lalu. Menurutnya, saat itu kemiskinan tidak bertambah lantaran pemerintah menyiapkan perlindungan sosial atau bansos yang tepat sasaran. "Maka kemiskinannya flat, tidak ada banyak pengaruhnya, inflasi juga tidak terlalu tinggi, karena daya belinya dijaga," tutur Margo.

Mantan Kepala BPS Jawa Tengah ini juga mengatakan, jika harga BBM subsidi naik pasti akan berdampak kepada naiknya inflasi, karena bersifat multiplier effect kepada sektor lain, terutama makanan. Hal ini otomatis akan turut menaikkan garis kemiskinan.

"Penduduk sekitar garis kemiskinan konsumsi paling banyak adalah makanan sekitar 64 persen. Sementara harga-harga makanan nanti naik karena kenaikan BBM, itu otomatis akan menarik garis kemiskinan naik," jelasnya.

Ditanya soal cukupkah dana Rp 24,17 triliun untuk menjadi bantalan sosial di tengah isu kenaikan BBM dan melonjaknya harga pangan, Margo tidak menjelaskan secara rinci seberapa besar efektivitasnya kepada tingkat kemiskinan.

"Cukup tidak cukupnya pasti pemerintah punya perhitungan yang pasti memperlihatkan berapa jumlah sasaran yang harus dipenuhi. Itu dilihat dulu seberapa besar kenaikan pendapatan di kelompok yang rentan," ujarnya.

Margo memastikan BPS akan melakukan kajian lebih dalam melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional pada September 2022 mendatang, guna mengetahui dampaknya kepada garis kemiskinan diiringi dengan realisasi kenaikan pendapatan masyarakat. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore