
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono
JawaPos.com-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi kabar yang ditunggu masyarakat pada pekan pertama September. Kenaikan BBM bahkan dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga pangan hingga membuat garis kemiskinan bertambah.
Terkait itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan kemiskinan akan bertambah jika kemudian pendapatan yang diwakili pengeluarannya lebih rendah dari garis kemiskinan. Begitu juga sebaliknya, kemiskinan tidak akan bertambah jika diimbangi dengan kenaikan pendapatan masyarakat.
"Kalau pendapatan masyarakat naiknya tidak setinggi naiknya garis kemiskinan, maka itu akan terjadi penambahan kemiskinan. Maka kuncinya supaya BBM tidak berdampak kepada kemiskinan, harus menggenjot kenaikan pendapatan masyarakat," kata Margo kepada wartawan di Gedung BPS Jakarta, Kamis (1/9).
Ia juga bercerita, bahwa Indonesia pernah mempunyai pengalaman bagus saat menghadapi kenaikan BBM sekitar tahun 2013-2014 lalu. Menurutnya, saat itu kemiskinan tidak bertambah lantaran pemerintah menyiapkan perlindungan sosial atau bansos yang tepat sasaran. "Maka kemiskinannya flat, tidak ada banyak pengaruhnya, inflasi juga tidak terlalu tinggi, karena daya belinya dijaga," tutur Margo.
Mantan Kepala BPS Jawa Tengah ini juga mengatakan, jika harga BBM subsidi naik pasti akan berdampak kepada naiknya inflasi, karena bersifat multiplier effect kepada sektor lain, terutama makanan. Hal ini otomatis akan turut menaikkan garis kemiskinan.
"Penduduk sekitar garis kemiskinan konsumsi paling banyak adalah makanan sekitar 64 persen. Sementara harga-harga makanan nanti naik karena kenaikan BBM, itu otomatis akan menarik garis kemiskinan naik," jelasnya.
Ditanya soal cukupkah dana Rp 24,17 triliun untuk menjadi bantalan sosial di tengah isu kenaikan BBM dan melonjaknya harga pangan, Margo tidak menjelaskan secara rinci seberapa besar efektivitasnya kepada tingkat kemiskinan.
"Cukup tidak cukupnya pasti pemerintah punya perhitungan yang pasti memperlihatkan berapa jumlah sasaran yang harus dipenuhi. Itu dilihat dulu seberapa besar kenaikan pendapatan di kelompok yang rentan," ujarnya.
Margo memastikan BPS akan melakukan kajian lebih dalam melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional pada September 2022 mendatang, guna mengetahui dampaknya kepada garis kemiskinan diiringi dengan realisasi kenaikan pendapatan masyarakat. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
