
Wilayah Bandara Dhoho Kediri.
JawaPos.com – Pemilik tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung sebelumnya diketahui telah melakukan protes sebagai aksi penaksiran harga yang dianggap terlalu rendah.
Namun, pihak pengadaan tanah sampai saat ini terus melakukan pembayaran ganti rugi terhadap warga yang menyepakati appraisal.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Group), sebanyak 28 pemilik tanah di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto yang kemarin telah menerima ganti rugi sebesar Rp 30,8 miliar.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri melalui Tutur Pamuji selaku Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan menyampaikan bahwa uang ganti rugi yang akan diterima oleh pemilik tanah jumlahnya berbeda-beda, tergantung luas tanah yang terdampak.
Ia juga menyampaikan bahwa pembayaran kepada 28 pemilik tanah kemarin, sejauh ini sudah ada 151 pemilik tanah yang kehilangan hak kepemilikannya.
Jumlah ini mencakup dari total 294 bidang tanah yang terkena dampak Tol Ki Agung. Menurut Tutur, progres pembebasan tanah untuk akses bandara tersebut sudah mencapai 51 persen.
“Warga yang setuju sudah banyak. Cuma per yang dibayarkan hari ini (kemarin, Red) menjadi sebanyak 51 persen,” ujarnya.
Menurut Tutur, BPN juga tengah mempercepat pengadaan tanah di dua kelurahan lain, yakni Bujel dan Gayam, selain pembebasan tanah di Kelurahan Mojoroto.
Baca Juga: 28 Warga Terdampak Tol Kediri-Tulungagung Telah Menerima Ganti Rugi, Besarannya Mencapai Rp 30,8 M
Saat ini tim appraisal sedang menaksir harga puluhan bidang tanah di Kelurahan Bujel, dengan kajian harga yang masih dilakukan oleh jasa penilai publik (KJPP).
“Sekarang kami masih menunggu hasil appraisal yang Bujel. Ada sekitar 35 bidang yang masih proses appraisal,” pungkasnya lebih lanjut.
Pada waktu yang bersamaan, tim juga akan melanjutkan proses pengadaan tanah di Kelurahan Gayam yang akan memasuki tahapan musyawarah untuk kedua kalinya.
“Untuk Kelurahan Gayam akan musyawarah yang kedua. Melanjutkan sisa sebelumnya,” terangnya.
Sebelumnya telah diinformasikan bahwa proses pengadaan tanah di Kota Kediri memicu protes warga dari empat kelurahan terdampak tol. Unjuk rasa dilakukan di depan kantor BPN dan Pemkot Kediri karena mereka menilai harga pembelian tanah terlalu murah dan tak adil antarwilayah.
Salah satu yang disorot yakni harga tanah di Jl Suparjan Mangun Wijaya lebih murah daripada di Jl Inspeksi Brantas, meskipun Jl Suparjan sebagai jalan nasional dan akses transportasi umum, sedangkan Jl Inspeksi Brantas berada di bantaran Sungai Brantas.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
