
Wilayah Bandara Dhoho Kediri.
JawaPos.com –Bersamaan dengan aksi protes warga Jalan Suparjan Mangun Wijaya yang tanahnya terdampak tol Kediri-Tulungagung, pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada warga kini telah disetujui dan nilai appraisal terus dilakukan.
Salah satunya pembayaran UGR telah dilakukan oleh Tim Pengadaan Tanah (TPT) kepada warga di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.
Setidaknya sudah ada 28 warga/pemilik tanah terdampak tol Kediri-Tulungagung di sana telah menerima UGR.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Jumat (26/1), total UGR yang telah dibayarkan kepada warga terdampak tol Kediri-Tulungagung di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto tersebut besarannya mencapai Rp 30,8 miliar.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri Jany Danny Assa melalui Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Tutur Pamuji menyebut, UGR yang diterima oleh pemilik tanah di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu berbeda-beda menyesuaikan dengan luasan terdampak.
Ada yang hanya menerima ratusan juta rupiah saja, namun ada juga warga yang menerima hingga miliaran rupiah. Menurut Tutur, sudah ada 151 pemilik bidang tanah yang hak kepemilikannya lepas.
“Dari total 294 bidang tanah yang terdampak (Tol Ki Agung, Red),” kata Tutur sembari menyinggung terkait progres pembebasan tanah di wilayah yang jadi akses bandara itu sudah mencapai 51 persen.
Untuk sisa tanah yang belum dibebaskan, Tutur menyebut pihaknya yakin bahwa jumlah tanah yang akan dibebaskan bakal terus bertambah seiring berjalannya waktu. Sebab, sebagian besar warga memang sudah menyetujui nilai appraisal yang ditawarkan.
“Warga yang setuju sudah banyak. Cuma per yang dibayarkan hari ini (kemarin, Red) menjadi sebanyak 51 persen,” urainya sembari menyebut ada 80 bidang tanah yang sudah menyatakan setuju dan menunggu pembayaran tanah di tahap I.
Tutur mengungkapkan, selain melakukan pembebasan tanah di Kelurahan Mojoroto tersebut, BPN terus mengebut pembebasan tanah di dua kelurahan lainnya yang menjadi akses bandara juga, yakni di Kelurahan Bujel dan Gayam.
Di Kelurahan Bujel, menurutnya saat ini tim appraisal sedang melakukan penaksiran harga puluhan bidang terdampak yang di sana. Proses kajian harga sejumlah bidang tanah di sana oleh tim dari kantor jasa penilai publik (KJPP) juga masih terus berlanjut.
“Sekarang kami masih menunggu hasil appraisal yang Bujel. Ada sekitar 35 bidang yang masih proses appraisal,” jelas Tutur.
Kemudian untuk di Kelurahan Gayam, dikabarkan progresnya akan memasuki tahapan musyawarah kembali untuk kedua kalinya. “Untuk Kelurahan Gayam akan musyawarah yang kedua. Melanjutkan sisa sebelumnya,” jelasnya.
***

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
