
Ilustrasi mudik Lebaran.
JawaPos.com - Arus mudik yang melewati jalur pantai utara (pantura) Jawa dari Jakarta ke Jawa Tengah didominasi kendaraan roda dua. Alasan pemudik menggunakan sepeda motor karena lebih praktis, leluasa, dan hemat biaya. Apalagi, bagi mereka yang belum berkeluarga.
Umumnya, mereka membawa koper atau kotak kardus yang diangkut di belakang kendaraannya. Tak jarang, mereka menempelkan pesan-pesan lucu di barang bawaannya. Fenomena itu kerap mengundang gelak tawa dan menjadi hiburan tersendiri bagi pemudik lainnya.
Seperti yang dilakukan Widodo saat ditemui Jawa Pos di Cirebon, Jumat (29/4). Pada bagian belakang motornya tertulis: “Bingkisan Rindu” Bahagiamu adalah di saat aku melihat senyum kalian berdua ayah ibu. Jakarta-Boyolali 2022.
“Bingkisan rindu itu ibaratnya tidak setiap hadiah selalu berwujudkan barang. Tapi wujud kasih sayang dan kangen ke orang tua itu kan juga merupakan bingkisan,” jelasnya.
Kata-kata itu, lanjut Widodo, juga mengungkapkan kerinduannya terhadap kampung halaman. Sebab, dua tahun terakhir tidak pulang ke Boyolali lantaran pandemi Covid-19. Selain itu, dia ingin menunjukkan motor Kawasaki Ninja 150 R yang dibeli dari hasil kerjanya merantau selama di Jakarta.
“Sebenarnya orang tua juga nggak membolehkan mudik pakai motor. Tapi ya namanya anak muda masih bujang. Bismillah nekat aja,” ungkapnya.
Pria 20 tahun itu mengaku, baru kali pertama mudik menunggangi sepeda motor. Memang terasa capek. Namun, dia menikmati setiap perjalanan menyusuri kota/kabupaten di pesisir utara Jawa yang dilewati. “Setiap berhenti rehat, (bapak ibu) pasti telepon. Sudah sampai mana? Gitu,” imbuhnya.
Setidaknya, bisa menjadi pengalaman dan cerita di jalan. Widodo tak berniat membuang tulisan tersebut ketika sudah sampai di rumah. Dia justru ingin mengoleksi dan menempelkan di dinding kamar. Sehingga jika suatu saat sudah tidak merantau lagi, pesan-pesan itu bisa menjadi kenangan pribadi.
Pulang ke Boyolali, Widodo tak lupa membawa buah tangan untuk ayah dan ibunya. Yakni, baju batik.
Tulisan di kardus Yudi tak kalah lucu. ‘Malin Kundang Insyaf, Emak aku pulang’. Pria asal Pekalongan itu mengaku hanya ingin meramaikan suasana mudik dengan lucu-lucuan. Di setiap kemacetan bisa menjadi salah satu hiburan bagi pemudik lainnya.
Kata-kata itu terinspirasi dari teman seperantauannya yang belum pernah pulang kampung tiga tahun terakhir. Sekaligus, mewakili keresahan masyarakat umum yang rindu akan mudik lebaran.
“Sebenarnya ini jadi ungkapan banyak orang yang lama nggak mudik. Terutama saat pandemi. Dan akhirnya tahun ini pulang,” terangnya saat ditemui di Brebes.
Yudi memilih mudik menggunakan sepeda motor karena sensasinya yang asyik. Mendapat teman baru ketika di perjalanan maupun di rest area. Kadang kalau tujuannya sama bisa berkendara beriringan sampai Pekalongan.
Meski demikian, pria 28 tahun itu berpesan bagi para pesepeda motor harus memiliki stamina yang prima. Jangan egois memikirkan untuk cepat sampai kampung. Ketika lelah, lebih baik istirahat. “Warung juga banyak di sepanjang jalan bisa sebagai tempat rehat. Tidur sebentar. Karena keselamatan yang utama,” tandasnya.
Berikut adalah pesan-pesan lucu pemudik yang diabadikan oleh pewarta Jawa Pos:
Yudi mudik ke Pekalongan dengan menuliksan pesan Malin Kundang Insyaf, Emak aku pulang. (Haritsah Al Mudatsir/Jawa Pos)
"Bingkisan Rindu" bahagiaku adalah disaat aku melihat senyum kalian berdua, Ayah Ibu. Jakarta-Boyolali 2022. (Agas Hartanto/Jawa Pos)
Photo
Malin Kundang Insyaf, Emak Aku Pulang. (Haritsah Al Mudatsir/Jawa Pos)
Photo
#Bismillah. Rela Ngantri Booster Demi Bertemu Keluarga. (Haritsah Al Mudatsir/Jawa Pos)
Photo
2022. Saatnya mudik. Tak perlu tau sengsaraku di perantauan. Cukup kalian tau saat aku tersenyum... ketemu mertua. Bogor-Bumiayu-Solo. (Haritsah Al Mudatsir/Jawa Pos)
Photo
#Bismillah. Mudik ceria setelah 2 th Corona. Rela bermacet ria demi bertemu keluarga. #Pemalang-Comal. (Haritsah Al Mudatsir/Jawa Pos)
Photo
URAAA. Alon-alon asal kelakon. Jatuh di aspal tak seindah jatuh cinta. (Haritsah Al Mudatsir/Jawa Pos)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
