
Photo
JawaPos.com - Disadari atau tidak, pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya tingkat pengangguran di negeri ini memicu munculnya praktik prostitusi online, salah satunya dalam bentuk jasa pijat panggilan. Tentu saja ini merusak citra industri pijat panggilan yang kini sedang naik daun dan meresahkan layanan pijat panggilan lainnya yang memang kredibel.
Dalam satu dekade terakhir, disadari atau tidak, perkembangan teknologi digital, tingginya tingkat pengangguran usia, dan sejumlah kebijakan pemerintah turut menjadi penyebab makin maraknya penyebaran praktik prostitusi berbasis online di Indonesia.
Ini bermula dari tahun 2012, ketika itu terjadi peningkatan kepemilikan ponsel murah berbasis Android. Keadaan ini semakin diperparah dengan kebijakan pemerintah untuk menutup sejumlah lokalisasi pekerja seks komersial di tahun 2014.
Rupanya upaya pemerintah untuk menekan tindak kejahatan prostitusi ini tak sepenuhnya berhasil. Pekerja seks beralih ke platform virtual untuk menawarkan layanan mereka, baik secara mandiri maupun terkoordinir dalam sebuah platform. Layanan pijat vitalitas ada dalam ranah ini.
Pandemi Covid 19 yang terjadi secara global di awal tahun 2020, membuat situasinya semakin pelik. Mayoritas sektor bisnis lumpuh akibat terdampak pandemi. PHK terjadi di mana-mana, angka pengangguran sontak melejit.
Photo
Menurut BPS, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 7,07 persen, naik 1,84 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2019. Dalam hal ini kalangan menengah ke bawahlah yang paling terdampak. Tak terkecuali para terapis di berbagai tempat pijat.
Sebut saja Dahlia (36) dan Kenangan (20), bukan nama sebenarnya, keduanya berprofesi sebagai terapis di sebuah Salon dan Day Spa di Jakarta. Pandemi Covid-19 lalu menyebabkan keduanya harus kehilangan satu-satunya mata pencaharian karena tempat kerja mereka terpaksa tutup, kolaps, akibat kondisi perekonomian yang terpuruk saat itu.
Dahlia maupun Kenangan, adalah tulang punggung keluarga. Mereka jauh-jauh meninggalkan keluarganya di kampung halaman, salah satu kota kecil di Jawa Barat. Berharap peruntungan dengan mengadu nasib di ibu kota, mereka lantas memutar otak untuk menyambung hidup karena hilangnya pekerjaan.
Dahlia dan Kenangan terpaksa menerima tawaran sebagai terapis pijat vitalitas dari kenalan dekat yang telah terlebih dahulu bekerja di sana.
Sungguh miris memang, Dahlia dan Kenangan merupakan interpretasi dari sisi kelam industri pijat online. Apakah masalah ini bisa diatasi? Jawabannya adalah tentu bisa. Tapi untuk itu, semua elemen masyarakat mesti terlibat, tak terkecuali para konsumen layanan pijat panggilan.
Sudah selayaknya fenomena ini menjadi cambuk bagi kita semua, untuk bergerak melakukan perubahan. Menjadi "Smart Customer" adalah kunci untuk menuntaskan masalah ini.
Sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk menemukan jasa pijat panggilan online yang kredibel. Konsistensi mereka dalam upaya menjaga kualitas layanan menjadi daya tarik tersendiri. Meski di sisi lain, tak dapat dipungkiri bila jasa pijat panggilan yang “nakal” kerap memberikan penawaran yang sangat menggiurkan.
Sebut saja halojasa.com dan solusi spa. Halojasa.com merupakan platform yang menghubungkan antara konsumen dengan penyedia jasa, termasuk jasa pijat panggilan. Beragam terapi pijat pilihan dari terapis berpengalaman dan profesional tersedia di sini. Para pelanggan bisa memili sesuai kebutuhan dan preferensi.
Tak jauh beda dengan halojasa.com, solusi spa juga menawarkan berbagai layanan spa terbaik dari terapis yang kompeten, untuk memenuhi kebutuhan serta preferensi para pelanggan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
