
Petugas Masjid Al-Musyariin melihat posisi hilal (bulan sabit muda) menggunakan teropong untuk menentukan 1 Ramadhan 1441 H di Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020). Berdasarkan pantauan hilal di beberapa daerah, Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1441 H
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, umat Islam di Indonesia kompak mengawali puasa maupun Idul Fitri dan Idul Adha. Tetapi, untuk tahun ini sangat mungkin terjadi perbedaan awal Ramadan. Muhammadiyah lebih dahulu, sehari kemudian disusul Nahdlatul Ulama (NU).
Analisis potensi perbedaan awal Ramadan itu disampaikan Profesor Riset Bidang Astronomi dan Astrofisika, Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin.
Dia menjelaskan, Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 2 April. Pertimbangannya, hasil hisab menyebutkan hilal pada 1 April sudah berada di atas ufuk (hilal sudah wujud).
Thomas yang juga anggota tim unifikasi kalender hijriah Kemenag itu mengatakan, ketinggian hilal pada 1 April berada sedikit di atas 2 derajat. ’’Artinya, sangat tidak mungkin akan terlihat hilal pada 1 April di wilayah Indonesia,’’ katanya kemarin (6/3). Dengan demikian, NU yang selama ini menggunakan kriteria rukyat atau memantau hilal sangat mungkin menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 3 April.
Thomas menegaskan, pada umumnya tinggi hilal untuk wilayah Indonesia kurang dari 2 derajat. Itu artinya pengamatan pada 1 April nanti berpotensi tidak bisa melihat hilal. Sesuai dengan ketentuan selama ini, ketika hilal tidak terlihat, jumlah hari pada bulan tersebut disempurnakan (isti’mal) menjadi 30 hari.
Dalam konteks penetapan Ramadan kali ini, jumlah hari dalam bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Ramadan yang mengacu pada rukyatulhilal akan dimulai pada 3 April. ’’Tetapi, saya tidak bisa menduga dinamika di sidang isbat, bila ada saksi yang melaporkan melihat hilal,’’ katanya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
