Ilustrasi: Cuaca ekstrem. (Pexels)
JawaPos.com – Copernicus Climate Change Service (C3S) Uni Eropa mengungkapkan bahwa tahun 2023 kemarin adalah tahun terpanas yang pernah ada di bumi ini, dengan selisih yang cukup besar dan kemungkinan menjadi tahun terpanas di dunia dalam 100.000 tahun terakhir.
Para ilmuwan menyebut jika bulan Juni 2023 menjadi rekor terpanas di bumi, setiap bulan telah dibandingkan dengan bulan yang sama dan pada tahun-tahun sebelumnya. Rekor iklim pun telah berulang kali dipecahkan.
“Ini merupakan tahun yang sangat luar biasa dalam hal iklim. Dengan rekor tersendiri, bahkan jika dibandingkan dengan tahun-tahun yang sangat hangat lainnya,” ungkap Direktur C3S, Carlo Buontempo, seperti yang dikutip dari Reuters, Rabu (10/1).
Pada tahun 2023 suhu bumi rata-rata lebih hangat 1,48 derajat Celcius dibandingkan periode pra-industri tahun 1850-1900, dimana pada saat itu manusia mulai membakar bahan bakar fosil dalam skala industri, sehingga memompa karbon dioksida ke atmosfer.
“Dalam catatan suhu global sejak tahun 1850, C3S memastikan bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas. Kemudian, jika dibandingkan dengan catatan data paleoklimatik, tahun itu sangat mungkin menjadi tahun terpanas dalam 100.000 tahun terakhir,” jelas Buontempo.
Sementara itu, Negara-negara dunia telah sepakat untuk mencoba mencegah pemanasan global melebihi 1,5C (2,7 derajat Fahrenheit) agar menghindari konsekuensi yang paling parah. Hal itu tertulis dalam Perjanjian Paris tahun 2015.
Namun nyatanya, dunia belum mampu mencapai target tersebut, sebab dalam beberapa dekade terakhir rata-rata suhu global mencapai 1,5 derajat Celcius. Bahkan, C3S mengungkap suhu telah melampaui tingkat tersebut pada hampir separuh hari pada tahun 2023 dan menjadi insiden yang mengerikan.
Menurut para ilmuwan, setiap peningkatan suhu akan memperburuk bencana cuaca yang ekstrim dan merusak bumi.
Tercatat di tahun 2023, suhu bumi yang lebih panas ini memperburuk gelombang panas mematikan dari Tiongkok hingga Eropa, menyebabkan terjadinya hujan ekstrim yang membuat banjir dahsyat dan telah menewaskan ribuan orang di Libya serta musim kebakaran hutan terburuk yang pernah tercatat di Kanada.
Tak hanya itu, menurut data Pusat Informasi Lingkungan Nasional, dampak ekonomi dari perubahan iklim juga semakin meningkat.
Tercatat Amerika Serikat mengalami sedikitnya 25 bencana iklim dan cuaca dengan kerugian melebihi 1 miliar dollar Amerika serta kekeringan yang berkepanjangan merusak tanaman kedelai di Argentina dan gandum di Spanyol.
Selain perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, pada tahun 2023, perubahan suhu juga disebabkan oleh fenomena cuaca El Nino, yang menghangatkan permukaan air di bagian timur Samudra Pasifik dan berkontribusi terhadap peningkatan suhu global.
“Perubahan kecil pada suhu global mempunyai dampak besar terhadap manusia dan ekosistem,” kata Friederike Otto, seorang ilmuwan iklim yang ikut memimpin kolaborasi penelitian global World Weather Attribution.
Meskipun terdapat peningkatan target iklim pemerintah dan perusahaan, emisi CO2 tetap tinggi. Emisi CO2 dunia dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas mencapai rekor tertinggi pada tahun 2023.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
