Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Januari 2024 | 21.28 WIB

Prabowo: Perkuat Ekonomi, Indonesia akan Disegani dan jadi Panutan Negara Lain

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto saat berbicara dalam acara Debat Ketiga Capres yang diselenggarakan Istora Senayan, Minggu (7/1/2024). - Image

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto saat berbicara dalam acara Debat Ketiga Capres yang diselenggarakan Istora Senayan, Minggu (7/1/2024).

JawaPos.com — Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto optimistis akan memperkuat perekonomian Indonesia melalui sejumlah terobosan dengan mengelola kekayaan bangsa sendiri melalui hilirisasi.

Melalui cara tersebut nantinya Indonesia akan memperoleh nilai tambah yang akan naik berkali-kali lipat dan menguntungkan bangsa sendiri.

“Kita harus perkuat ekonomi dalam negeri kita, harus menjaga kekayaan kita, harus mengelola kekayaan kita, kita harus hilirisasi supaya nilai tambah berpuluh-puluh kali naik,” ujar Prabowo dalam acara Debat Ketiga Capres yang diselenggarakan Istora Senayan, Minggu (7/1/2024).

Dengan hilirisasi, Indonesia akan menjadi negara yang sejahtera bahkan akan disegani oleh negara-negara lainnya.

“Kita sekarang pun sudah jadi panutan dan begitu banyak negara di Afrika datang ke kita, karena kita dianggap cukup berhasil, inflasi rendah, pertumbuhan masih ada, neraca perdagangan kita bagus, surplus perdagangan mungkin lima tahun berturut-turut kita sekarang jadi panutan,” jelas Prabowo

Prabowo juga menegaskan bahwa dalam Hubungan Internasional nantinya Indonesia akan tercermin dengan kemajuan teknologi dan menuju negara industri.

“Leadership kita di dunia di Hubungan Internasional akan tercermin dan terimpact oleh keberhasilan kita mengelola kekayaan kita, menghilangkan kemiskinan di negara kita, di rakyat kita meraih teknologi, menjadi negara industri itu yang akan membuat kita memimpin dunia selatan,” pungkasnya.

Utang Indonesia Dikelola Pruden
Merespons pertanyaan panelis perihal kebijakan yang akan diimplementasikan untuk menghindari intervensi kedaulatan Indonesia akibat utang Indonesia yang terus bertambah, Prabowo mengatakan utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu yang terendah di dunia dan berada pada kisaran 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Asal tahu saja, pada akhir November 2023, nilai total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 8.041,01 triliun atau 38,11% terhadap PDB.

"Mengenai utang luar negeri Indonesia, sebagai ratio perbandingan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), kita salah satu yang terendah di dunia. Jadi, masih berada di sekitar 40 persen, sedangkan banyak negara jauh di atas kita," tegas Prabowo.

Dengan fakta tersebut, maka angka utang Indonesia masih termasuk dalam posisi aman, jauh dari batas atas yang digariskan oleh Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yaitu sebesar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jadi, saya kok tidak terlalu khawatir negara kita diintervensi. Soal hutang kita sangat-sangat dihormati, kita tidak pernah default, saya keliling seluruh dunia, mereka sangat hormat dengan Indonesia. Kita tidak pernah gagal hutang, saya sangat optimis," tegasnya.

Kendati demikian, Prabowo menegaskan Indonesia masih tetap bisa memperkuat posisi tawar bangsa ini, salah satunya dengan manajemen yang pruden, pengelolaan yang baik, serta strategi ekonomi yang tepat seperti hilirisasi.

"Kita harus punya kekuatan pertahanan yang kuat supaya Indonesia tidak bisa diintervensi, tidak bisa digeretak, tidak bisa diintimidasi," jelasnya.

"Hanya dengan kekuatan, kita akan dihormati dan kita akan amankan kekayaan kita, amankan ekonomi kita, amankan pembangunan kita menuju Indonesia makmur, Indonesia kaya," pungkas Prabowo.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore