
KOSONG: Suasana Gudbalkir Pusziad, Sidoarjo. Seluruh kendaraan hasil curanmor diboyong ke Mapolda Metro Jaya di Jakarta.
JawaPos.com - Temuan ratusan kendaraan hasil curanmor di Gudang Balkir Pusat Zeni Angkatan Darat (Gudbalkir Pusziad), Buduran, Sidoarjo, mencoreng wajah TNI-AD.
Karena itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melontarkan warning keras. Anggota TNI-AD yang terbukti terlibat dalam kasus tersebut akan dipecat dengan tidak hormat.
Hal itu disampaikan KSAD melalui Kepala Dinas Penerangan TNI (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi. Dia memastikan bahwa persoalan yang terungkap di Sidoarjo itu sudah menjadi atensi KSAD. ”Menjadi atensi KSAD sejak dilaporkan adanya temuan tersebut,” ungkapnya kepada Jawa Pos kemarin.
Kristomei menyatakan bahwa penyidik masih terus bekerja untuk menggali kasus tersebut. Karena itu, dia belum bisa menyampaikan banyak hal terkait dengan progres penanganannya. Yang pasti, Polisi Militer Kodam (Pomdam) V/Brawijaya yang berada di bawah naungan Puspomad sudah bekerja. ”Diperintahkan untuk menyelidiki, menyidik, dan mengembangkan kasus itu,” kata jenderal bintang satu TNI-AD tersebut.
Sebagai organisasi yang bertanggung jawab membina seluruh personel TNI-AD, sambung Kristomei, instansinya sudah berkali-kali menekankan agar para prajurit tidak menyalahgunakan aset dan fasilitas milik TNI-AD. Apalagi menggunakannya untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Karena itu, bila para prajurit tersebut terbukti terlibat, TNI-AD tidak akan segan memberikan sanksi.
Kristomei menyampaikan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sudah mengatur soal penggelapan kendaraan bermotor. Ancaman hukumannya sampai lima tahun penjara. Bukan hanya itu, mereka dipastikan bakal mendapat hukuman tambahan. ”Untuk di militer, bisa disertai pidana tambahan berupa pemecatan dengan tidak hormat dari kedinasan,” terang dia.
Berdasar pantauan Jawa Pos, suasana sepi terlihat di Gudbalkir Pusziad, Buduran, Sidoarjo, kemarin (7/1). Hari sebelumnya (6/1), tampak beberapa petugas memasukkan motor barang bukti ke kontainer. Lalu, diangkut dari Gudbalkir untuk diamankan. Kemarin ratusan kendaraan bermotor itu tidak ada lagi.
Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) V/Brawijaya Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani menyampaikan, barang bukti sudah dipindahkan. ”Kami proses pemindahan ke Polda Metro Jaya karena awal penanganannya kan di sana,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos. ”Kami koordinasikan terus dengan Polda Metro supaya barang bukti bisa diterima,” lanjutnya.
Rendra menyatakan, pemeriksaan terhadap tiga anggota TNI-AD yang terlibat sudah dilakukan di Pomdam V/Brawijaya. ”Ketiga oknum bukan anggota organik di Kodam V/Brawijaya, melainkan dari Pusziad dan Puspalad,” ungkapnya.
Kopda AS dan Praka J bertugas di satuan Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad). Mayor P bertugas di Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad). (syn/uzi/dya/c19/c14/oni)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
