
Ilustrasi pemasangan PLTS Atap./Los Muertos Crew/Pexels
JawaPos.com – Penggunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya skala rumahan atau PLTS Atap semakin trend seiring perkembangan dunia untuk menekan laju krisis iklim.
Apalagi pemerintah Indonesia berkomitmen untuk berhenti dan perlahan mengurangi penggunaan energi fosil untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri.
Sebagai konsekuensinya, dibutuhkan energi alternatif berupa energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, terutama PLTS Atap, menjadi semakin diminati.
Dilansir dari The Science Times pada Jumat (5/1), PLTS Atap berkontribusi untuk menekan laju krisis iklim, karena listrik yang dihasilkannya dari sinar matahari tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
Selain itu PLTS Atap juga menurunkan produksi polutan seperti sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan materi partikulat, sehingga udara sekitar menjadi lebih bersih.
Memasang PLTS Atap bisa menghilangkan ketergantungan individu pada bahan bakar fosil, terutama batubara. Artinya, individu tersebut berkontribusi menurunkan jejak karbon pada rantai pasok bahan bakar fosil, mulai dari proses ekstraksi, transportasi, dan pembakarannya.
Semakin banyak individu yang beralih menggunakan PLTS Atap, maka permintaan batu bara semakin berkurang, sehingga pemerintah ikut meninggalkan batubara.
Selain itu, manfaat lain memasang PLTS Atap adalah tumbuhnya kemandirian energi bagi individu, sehingga tidak perlu bergantung lagi kepada PLN atau badan penyedia tenaga listrik lainnya.
Apalagi, Indonesia adalah negara yang berada di jalur khatulistiwa, dimana matahari bersinar sepanjang waktu. Menurut laporan Dewan Energi Nasional 2022, potensi tenaga surya Indonesia mencapai 3.296 GW atau 3.296.000 MW.
Pemasangan PLTS Atap
Untuk memasang PLTS Atap, yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah kualitas produk PLTS Atap tersebut, karena terdapat varian jenis produk panel surya. Berikut langkah untuk memilih panel surya terbaik:
Pertama, tentukan kebutuhan energi harian dan bulanan rumah anda, sehingga anda dapat memilih jumlah panel surya dan watt yang tepat.
Kedua, riset tipe solar panel. Di pasaran, terdapat dua jenis panel surya yang biasa tersedia, yaitu monokristalin dan polikristalin. Jika monokristalin terkenal mahal dan memiliki efisiensi tinggi dalam, maka polikristalin lebih murah dan efisiensi sedikit lebih rendah tetapi tetap efisien.
Ketiga, pelajari reputasi perusahaannya. Perusahaan penyedia solar panel yang baik dan terpercaya biasanya mendapat dukungan dari pelanggannya, sehingga penting untuk mempelajari sejarah merek, kepuasan pelanggan dan ketentuan garansinya.
Keempat, periksa tingkat efisiensi merek panel surya. Semakin tinggi efisiensi panel surya, maka semakin banyak sinar matahari yang akan dikonversi menjadi listrik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
