
Presiden RI Joko Widodo membuka agenda Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2023 yang digelar di Kota Bogor, Jawa Barat, (15/12).
JawaPos.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, pada Jumat (15/12), membuka agenda Musyawarah Nasional (Munas) Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2023 yang digelar di Kota Bogor, Jawa Barat.
Acara APEKSI bersama Pemerintah Kota Bogor ini dijadwalkan pada 14-15 Desember 2023, yang mana Agenda tersebut telah disepakati oleh para kepala daerah pada Rakernas XVI APEKSI 2023 di Kota Makassar, dan disepakati dalam Rapat Pengurus pada 4 Oktober 2023 di Kota Ternate dalam rangkaian Sarasehan Istri Wali kota 2023.
Dalam pidatonya, orang nomor satu di Indonesia itu menyampaikan beberapa materi, informasi dan juga kritik.
Salah satu yang menarik adalah kritikan terhadap warna cat desain arsitektur pemerintahan di sejumlah daerah yang dinilai kurang etis.
Pasalnya, menurut Jokowi saat ini warna ornamen pemerintahan daerah kian identik dengan simbol partai politik pengusung kepala daerah setempat.
“Kadang-kadang saya kalau masuk ke sebuah kota dari cat-nya saja sudah tahu ini dari partai apa,” ungkapnya seperti yang dilansir dari Antara, Jumat (15/12).
Presiden Jokowi diketahui memang rutin mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, sehingga dirinya mampu menghafal partai pengusung kepala daerah di wilayah setempat, hanya berdasarkan ornamen warna yang mendominasi di tempat itu.
“Saya hampir setiap hari ke daerah, oh tahu ini dari partai ini, walikotanya ini, dari partai ini, termasuk baju yang ini kita pakai sekarang ini,” jelas Jokowi yang saat itu mengenakan batik berwarna biru.
Jokowi mengungkap bahwa warna partai yang dimasukkan ke dalam ornamen kota itu tidak berkesinambungan.
"Masa warna partai masuk ke kota, nggak nyambung kan, tapi dipaksakan karena pemimpinnya dari partai, saya nggak sebut partai apa. Misalnya saja dari partai A, wah langsung catnya ungu, kantor-kantornya Pemkot juga dicat ungu, ini apa toh,” ujarnya.
Jokowi kemudian memberikan saran bahwa, setiap daerah mestinya menampilkan diferensiasi sesuai dengan karakteristik dari kekuatan potensi yang dimiliki, sehingga itu bisa menjadi simbol atau ciri dari daerah tersebut.
Ia mencontohkan, seperti Ambon yang kuat dengan sektor perikanan, Lampung dengan potensi alam berupa buah nanas dan pisang, serta Tomohon di Manado yang kaya akan berbagai jenis bunganya.
***

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
