Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Oktober 2021 | 04.51 WIB

Strategi Sosial jadi Kunci Vaksin Covid-19 Bagi Masyarakat Adat

Petugas kesehatan menyutikkan vaksin COVID-19 kepada warga Suku Baduy dalam di Ciboleger, Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021). Vaksinasi COVID-19 tersebut dilakukan Kementrian Kesehatan guna mempercepat pencapaian kekebalan komunal dengan menyasar Suku Badu - Image

Petugas kesehatan menyutikkan vaksin COVID-19 kepada warga Suku Baduy dalam di Ciboleger, Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021). Vaksinasi COVID-19 tersebut dilakukan Kementrian Kesehatan guna mempercepat pencapaian kekebalan komunal dengan menyasar Suku Badu

JawaPos.com - Pemerintah memastikan warga negara Indonesia mendapatkan haknya terhadap vaksinasi Covid-19 baik mereka yang tinggal di ibu kota, wilayah terpencil dan termasuk masyarakat adat. Pasalnya, vaksin Covid-19 merupakan hal penting yang dilakukan dalam rangka mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok untuk dapat hidup berdampingan dengan virus Corona di masa pandemi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi sadikin mengatakan hal ini sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo untuk mempercepat distribusi dan proses vaksinasi, khususnya ke wilayah yang aksesnya sulit.

“Mereka (masyarakat adat) memiliki hak yang sama untuk divaksinasi, tanpa merusak kain sosial mereka,'' kata Budi dalam keterangannya, Selasa (26/10).

Atas mandat yang diberikan orang nomor satu di Indonesia ini, Kementerian Kesehatan pun memikirkan cara apa yang akan dilakukan untuk mempercepat tercapainya target vaksinasi. Budi mengungkapkan, strategi sosial menjadi misi guna mencapai target vaksinasi yang berjumlah 208.265.720 sasaran ini.

Mengutip vaksin.kemkes.go.id, data pada 24 Oktober 2021 menyebutkan 54.35 persen dari jumlah sasaran telah melakukan vaksinasi tahap pertama atau 113.188.267 dan 32.67 persen atau sebanyak 68.047.535 telah rampung hingga dosis kedua.

Oleh sebab itu, pihaknya berterima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam mempercepat laju vaksinasi Covid-19.

''Klub pecinta alam seperti Mandalawangi, Mapala UI, Wanadri sangat membantu untuk kita bisa melakukan vaksinasi ke daerah sulit,'' ungkap Budi.

Budi berujar bahwa vaksinasi Covid-19 adalah misi sosial dalam upaya kita bersama untuk mengurangi laju penularan sekaligus melindungi seluruh masyarakat Indonesia.

''Vaksinasi bukan untuk melindungi diri sendiri. Dengan vaksin, kita bisa lindungi keluarga, tetangga, dan seluruh masyarakat Indonesia,'' ujarnya.

Data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengungkap bahwa per tanggal 4 Oktober 2021, total vaksin yang telah diperoleh Indonesia sebanyak 280.527.920 dosis.

Jumlah tersebut terdiri dari 219.676.280 dosis vaksin Sinovac, 28.190.720 dosis vaksin AstraZeneca, 8.450.000 dosis vaksin Sinopharm, 8.000.160 dosis vaksin Moderna serta 15.710.760 dosis vaksin Pfizer.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore