
DISAMBUT MERIAH: Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Istana Kedatuan Luwu, kerjaan Bugis tertua di Sulawesi Selatan, pada Sabtu (25/11).
JawaPos.com - Calon presiden Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Istana Kedatuan Luwu, kerajaan Bugis tertua di Sulawesi Selatan, pada Sabtu (25/11). Kehadirannya disambut hangat dengan berbagai rangkaian adat, dimulai dari prosesi ripaduppai lellung, yakni Ganjar dipayungi tenda kehormatan bertiang enam.
Ganjar lalu dibimbing Sanro Padduppa (dukun penjemput) hingga ke depan istana, dilanjutkan proses pecah guci sebelum masuk ke istana. Dalam kunjungan tersebut, Ganjar mendapatkan cenderamata berupa keris Sapukala dari Maddika Bua Andi Syaifuddin Kaddiraja. ’’Saat bersilaturahmi, Pak Ganjar diberi keris Sapukala, yang merupakan keris khas Tana Luwu,’’ ungkap Syaifuddin.
Dia menjelaskan, keris Sapukala dulu digunakan sebagai senjata dalam perang antar kerajaan sekaligus dalam acara ritual. Namun, kini keris tersebut sering digunakan sebagai pelengkap dalam busana dan koleksi pameran di museum.
"Keris Sapukala ini merupakan salah satu senjata tikam, yang biasanya digunakan untuk bertarung. Arti Sapukala adalah sapu rata. Simbol kejujuran atau alempureng, perkataan benar atau ada tonggeng, dan ketegasan atau agettengen,’’ terangnya.
Di hadapan Ganjar, Syaifuddin mengungkit janji Presiden Pertama RI Ir Soekarno sesaat setelah Datu Luwu Andi Djemma mengakui kemerdekaan Indonesia. Janji tersebut adalah menjadikan Tana Luwu daerah istimewa. "Ir Soekarno berjanji untuk menjadikan Tana Luwu ini sebagai daerah istimewa seperti Aceh. Kami berharap Pak Ganjar bisa merealisasikan hal tersebut," ucapnya.
Menurut dia, kehadiran Ganjar sangat berharga bagi masyarakat Luwu Raya. Pasalnya, daerah yang terdiri atas Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Luwu itu sedang memperjuangkan pemekaran wilayah menjadi provinsi. ’’Perjuangan ini dirintis sejak puluhan tahun lalu, tapi belum menampakkan hasil,’’ ujar Syaifuddin.
Ganjar mendengarkan secara saksama aspirasi tersebut. Menurut dia, usulan pemekaran wilayah itu menjadi aspirasi yang perlu dipertimbangkan. Politikus berambut putih itu mengaku semasa masih di DPR RI pernah menjadi anggota pansus pemekaran sejumlah daerah. "Amanat reformasi salah satunya adalah otonomi daerah dengan tujuan utama kesejahteraan rakyat," katanya.
Karena itu, lanjut Ganjar, jika terpilih menjadi presiden, pihaknya akan memperhatikan secara serius perjuangan rakyat Luwu. "Jika nanti mendapat amanah, kita akan kaji bersama, kita dalami betul-betul apa yang menjadi harapan dan aspirasi warga. Sepanjang akan menjadikan kesejahteraan bagi rakyat, sudah pasti akan kita perjuangkan," tegasnya.
Sementara itu, Ganjar juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang meriah dari pihak Kedatuan Luwu. Terkait harapan masyarakat Tana Luwu, Ganjar kembali menegaskan akan berjuang bersama untuk mewujudkannya. (als/c7/wir)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
