Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 18.24 WIB

Ganjar Sepakat Perjuangkan Provinsi Luwu Raya

DISAMBUT MERIAH: Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Istana Kedatuan Luwu, kerjaan Bugis tertua di Sulawesi Selatan, pada Sabtu (25/11). - Image

DISAMBUT MERIAH: Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Istana Kedatuan Luwu, kerjaan Bugis tertua di Sulawesi Selatan, pada Sabtu (25/11).

JawaPos.com - Calon presiden Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Istana Kedatuan Luwu, kerajaan Bugis tertua di Sulawesi Selatan, pada Sabtu (25/11). Kehadirannya disambut hangat dengan berbagai rangkaian adat, dimulai dari prosesi ripaduppai lellung, yakni Ganjar dipayungi tenda kehormatan bertiang enam.

Ganjar lalu dibimbing Sanro Padduppa (dukun penjemput) hingga ke depan istana, dilanjutkan proses pecah guci sebelum masuk ke istana. Dalam kunjungan tersebut, Ganjar mendapatkan cenderamata berupa keris Sapukala dari Maddika Bua Andi Syaifuddin Kaddiraja. ’’Saat bersilaturahmi, Pak Ganjar diberi keris Sapukala, yang merupakan keris khas Tana Luwu,’’ ungkap Syaifuddin.

Dia menjelaskan, keris Sapukala dulu digunakan sebagai senjata dalam perang antar kerajaan sekaligus dalam acara ritual. Namun, kini keris tersebut sering digunakan sebagai pelengkap dalam busana dan koleksi pameran di museum.

"Keris Sapukala ini merupakan salah satu senjata tikam, yang biasanya digunakan untuk bertarung. Arti Sapukala adalah sapu rata. Simbol kejujuran atau alempureng, perkataan benar atau ada tonggeng, dan ketegasan atau agettengen,’’ terangnya.

Di hadapan Ganjar, Syaifuddin mengungkit janji Presiden Pertama RI Ir Soekarno sesaat setelah Datu Luwu Andi Djemma mengakui kemerdekaan Indonesia. Janji tersebut adalah menjadikan Tana Luwu daerah istimewa. "Ir Soekarno berjanji untuk menjadikan Tana Luwu ini sebagai daerah istimewa seperti Aceh. Kami berharap Pak Ganjar bisa merealisasikan hal tersebut," ucapnya.

Menurut dia, kehadiran Ganjar sangat berharga bagi masyarakat Luwu Raya. Pasalnya, daerah yang terdiri atas Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Luwu itu sedang memperjuangkan pemekaran wilayah menjadi provinsi. ’’Perjuangan ini dirintis sejak puluhan tahun lalu, tapi belum menampakkan hasil,’’ ujar Syaifuddin.

Ganjar mendengarkan secara saksama aspirasi tersebut. Menurut dia, usulan pemekaran wilayah itu menjadi aspirasi yang perlu dipertimbangkan. Politikus berambut putih itu mengaku semasa masih di DPR RI pernah menjadi anggota pansus pemekaran sejumlah daerah. "Amanat reformasi salah satunya adalah otonomi daerah dengan tujuan utama kesejahteraan rakyat," katanya.

Karena itu, lanjut Ganjar, jika terpilih menjadi presiden, pihaknya akan memperhatikan secara serius perjuangan rakyat Luwu. "Jika nanti mendapat amanah, kita akan kaji bersama, kita dalami betul-betul apa yang menjadi harapan dan aspirasi warga. Sepanjang akan menjadikan kesejahteraan bagi rakyat, sudah pasti akan kita perjuangkan," tegasnya.

Sementara itu, Ganjar juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang meriah dari pihak Kedatuan Luwu. Terkait harapan masyarakat Tana Luwu, Ganjar kembali menegaskan akan berjuang bersama untuk mewujudkannya. (als/c7/wir)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore