Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 September 2021 | 00.48 WIB

Prabowo Lakukan Pengadaan Alutsista, KNTI Minta Jaga Kapal Nelayan

Menhan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada penyerahan kapal selam buatan PT. PAL Indonesia yang bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan, Alugoro-405 di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu - Image

Menhan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada penyerahan kapal selam buatan PT. PAL Indonesia yang bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan, Alugoro-405 di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berencana membawa pulang teknologi kapal perang canggih jenis Frigate tipe Arrowhead 140 dari Inggris. Hal ini dilakukan untuk menghalau ancaman adanya kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia, khususnya Natuna Utara.

Menanggapi hal itu, Ketua Harian DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan menyampaikan, kerjasama ini adalah langkah positif untuk bisa menjaga kedaulatan laut di dalam negeri.

"Kita menganggap itu kerjasama positif dalam rangka mempertahankan kedaulatan terutama dalam aktivitas pencurian ikan di laut kita, tetapi juga kita sering kali melakukan kerjasama pengadaan alutsista hampir setiap tahun tidak berhenti," tutur dia ketika dihubungi JawaPos.com, Senin (20/9).

Mantra Angkatan Laut (AL) TNI pun harus didorong terkait dengan pengadaan alat-alat alutsista tersebut yang diorientasikan untuk menjaga perairan Indonesia yang luas ini. Kapal-kapal tersebut pun harus benar-benar ada di wilayah batas laut Indonesia.

"Nanti kapal jenis apa yang diadakan, itu harus kesana juga, tidak semata-semata menigkatkan kapasitas persenjataan angkatan bersenjata kita," imbuh dia.

"Jadi dengan kesadaran bahwa laut ini adalah simbol kedaulatan republik, wilayahnya luas sekali dan Indonesia itu bisa dikatakan berdaulat kalau dia bisa menjaga lautnya, bukan hanya daratnya," sambung Dani.

Dengan begitu, para nelayan-nelayan pun bisa memanfaatkan kekayaan sumber daya kita yang ada di laut yang sangat kaya ini. Pengadaan alutsista ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal, bukan untuk gagah-gagahan dan perang-perangan saja.

"Untuk menjaga mengawal nelayan-nelayan kita yang beroperasi di laut dalam itu 12 mil keatas kan, negara-negara lain kan coast guard ngawal nelayan-nelayan yang mau menangkap (ikan), lah ini gimana kita, nelayan di sana, coast guard ada di sana (Natuna Utara) tapi nggak dikawal, mereka (asing) dikawal coast guard kita nggak dikawal. Rawan banget," ujar dia.

"Jadi kalau ada orang menangkap ikan di laut Natuna, orang lain kan juga segan, berarti ada orang di sana. Jadi itu memperbanyak armada perikanan kita di natuna sehingga mereka bisa melakukan pengawasan juga sehingga tidak hanya mengandalkan aparat," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore