Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 00.38 WIB

Kominfo: Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur Harus dibarengi Strategi Komunikasi Publik yang Baik

PLN Menyiapkan Infrastruktur Untuk Mendukung Kendaraan Listrik di IKN./ANTARA/HO-PLN UID Kalselteng/Deputi BPMI. - Image

PLN Menyiapkan Infrastruktur Untuk Mendukung Kendaraan Listrik di IKN./ANTARA/HO-PLN UID Kalselteng/Deputi BPMI.

JawaPos.com - Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary mengatakan, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara merupakan sebuah upaya proses percepatan pembangunan, pemerataan, dan pemberdayaan kawasan Indonesia Timur.

“Penetapan IKN diharapkan dapat menjadi katalis untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di Pulau Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur secara umum," ujar Septriana Tangkary dalam sambutannya pada acara Temu Influencer dengan tema "Mewujudkan Visi Smart City dalam Transformasi Ibu Kota Nusantara", di The Rinra Hotel, Makassar.

Sebagaimana dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Septriana menjelaskan, selain peran dan partisipasi masyarakat, rencana pemindahan IKN ke Kalimantan Timur tentunya harus dibarengi dengan pengelolaan strategi komunikasi publik yang baik.

"Karena ada begitu banyak aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam pemindahan IKN. Seperti,aspek sosiologis, aspek geografis, aspek geopolitik, aspek ekonomi, dan lain sebagainya," imbuh Septriana.

Semua aspek tersebut akan terus menjadi isu perbincangan di masyarakat. Selanjutnya, Direktur Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Agus Gunawan menjelaskan, ada sembilan generator ekonomi di IKN.

"Yaitu Pusat Pemerintahan Nasional, Pusat Ekonomi, Bisnis, dan Keuangan; Energi Terbarukan; Pusat Hiburan dan Olahraga; Layanan Edukasi; Inovasi dan Riset," ujarnya.

Termasuk pusat distribusi dan perdagangan komoditas; Pusat Agroindustri dan Industri Pangan; dan Pusat Kegiatan Pertanian dan Perikanan.

Agus menambahkan ada tiga prinsip pengembangan energi dalam Rencana Induk Nusantara, yaitu Resilience, Affordable, dan Sustainable. Nantinya, 100 persen kebutuhan energi di IKN akan terpenuhi melalui instalasi kapasitas energi terbarukan.

Untuk mencapai Key Performance Indicator (KPI) 100 persen energi terbarukan dan net zero emission pada tahun 2045 di IKN, diperlukan transisi energi dalam penyediaan tenaga listrik.

"Transisi energi dilakukan melalui pembangkit listrik terbarukan yang didukung oleh sistem penyimpanan, pemanfaatan pasokan listrik dari sistem ketenagalistrikan Kalimantan yang terdiri dari generator energi baru terbarukan, dan penerapan sistem jaringan cerdas (smart grid)," ujarnya.

Sementara belajar dari pelayanan Smart City Kota Makassar, Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar Ismawaty Nur menjelaskan, konsep smart city di Makassar sedikit berbeda dengan yang ada di kota-kota lain.

Makassar, menyelipkan kearifan lokal yaitu Somberé, yang artinya adalah keramahan, kebaikan, dan persaudaraan.Jika smart city adalah perangkat keras dan lunak, maka Somberé adalah perangkat hati atau. heartware, jadi melayani dengan hati.

"Somberé dan smart city merupakan platform dan induk kota pintar Makassar. Somberé dan smart city is when high touch meets high tech. Artinya, pelayanan publik dengan hati yang lebih cepat, efisien, mudah diakses. Smart city bagi Kota Makassar harus berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore