
Tahapan proses pembuatan paspor. (Dirjen Imigrasi)
JawaPos.com - Dalam membuat paspor tidak hanya menyerahkan berkas administrasi, namun juga akan melewati proses wawancara.
Sebagian besar orang merasa jika pertanyaan petugas imigrasi menyebalkan dan mempersulit proses mendapatkan paspor.
Ternyata, terdapat alasan tentang banyaknya pertanyaan dan sikap petugas yang bertanya dengan sifat setengah interogasi.
Pihak imigrasi mempunyai alasan yang mulia dibalik proses wawancara saat pembuatan paspor.
Pihak imigrasi ingin melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan bepergian ke luar negeri.
Dilansir dari laman kemenkumham pada Kamis (7/12), Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan sejumlah pengetatan, khususnya dalam proses wawancara pembuatan paspor dalam rangka mengantisipasi kasus menimpa WNI di luar negeri.
WNI seringkali mendapat kasus atau peristiwa yang merugikan di luar negeri, seperti kasus perdagangan orang (human trafficking) yang berkedok untuk bekerja.
Selain itu, pihak imigrasi juga mengantisipasi kasus penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dan penjualan anak.
Berbagai kasus tersebut yang akhirnya menjadi tendensi pihak imigrasi untuk memberlakukan kebijakan pengetatan paspor.
Hal ini ditujukan untuk antisipasi kejadian yang merugikan bagi WNI atau TKI yang berada di luar negeri.
Ketentuan terkait materi wawancara memang tidak tertuang secara langsung dalam persyaratan pembuatan paspor.
Namun petugas pewawancara yang ditunjuk adalah petugas yang telah mendapatkan pelatihan teknis terkait wawancara pembuatan paspor.
Selain untuk menghindari terjadinya kasus-kasus yang merugikan WNI di luar negeri, hal ini juga dilakukan dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawab seorang petugas imigrasi yang cukup berat.
Apabila terjadi kelalaian atau kesalahan dalam proses penerbitan paspor. Petugas wawancara dapat diperiksa dan diinterogasi oleh kepolisian, hanya untuk satu kasus penganiayaan WNI di luar negeri yang paspornya diterbitkan dari hasil wawancaranya. Sebuah resiko yang tidak ringan bagi petugas.
Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk keselamatan WNI yang berada di dalam maupun luar negeri.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
