Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2023 | 22.10 WIB

Wapres Ma’ruf Amin Sebut Pengungsi Rohingya Merupakan Masalah Kemanusiaan yang Harus Ditangani Bersama

IKUT BANGGA: Didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, KH Maruf Amin mengunjungi pelaksanaan panen pisang cavendish di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos) - Image

IKUT BANGGA: Didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, KH Maruf Amin mengunjungi pelaksanaan panen pisang cavendish di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos)

JawaPos.com - Jumlah pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia hingga Senin (4/12) tercatat sebanyak 1.487 orang. Akibat membludaknya para pencari suaka Rohingya tersebut, menyebabkan terjadinya penolakan sebagian warga masyarakat di sejumlah daerah, seperti Aceh, Riau, dan Medan.

Dilansir dari wapresri.go.id pada Rabu (6/12), Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menekankan bahwa masalah pengungsi Rohingya adalah sebagai masalah kemanusiaan yang mesti ditangani bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ma'ruf Amin setelah menghadiri Peluncuran Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2024 dan Peresmian Universitas Indonesia Industrial Government (I-GOV) Ke-3 Tahun 2023 di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (5/12).

“Mereka (pengungsi Rohingya), bagaimanapun ini kemanusiaan. Karena kemanusiaan, harus kita tanggulangi,” kata Ma’ruf Amin.

Oleh karena itu, menurut Wapres, pengungsi Rohingya tidak mungkin ditolak. Namun sebelum ditampung, pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan sejumlah antisipasi agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari bagi Indonesia.

“Selama ini, kan tidak mungkin kita menolak, tetapi juga tentu kita mengantisipasi jangan sampai kemudian ada penolakan oleh masyarakat, dan kemudian bagaimana supaya juga mengantisipasi jangan sampai nanti terus lari, semua larinya ke Indonesia, ke sini. Itu menjadi beban,” tuturnya.

Wapres juga menyinggung lokasi penempatan yang bisa dipertimbangkan secara matang, sebagaimana Pulau Galang di Batam yang digunakan untuk menampung pengungsi asal Vietnam beberapa puluh tahun yang lalu.

Ma’ruf menegaskan memang diperlukan solusi-solusi yang adil bagi negara dan masyarakat. “Dulu pernah kita menjadikan Pulau Galang untuk pengungsi vietnam. Nanti kita akan bicarakan lagi apa akan seperti itu. Saya kira pemerintah harus mengambil langkah-langkah (solutif),” jelasnya.

“Saya kira hari ini ada rapat yang dipimpin oleh Menko Polhukam ya untuk membahas masalah Rohingya ini,” sambungnya.

Wapres mengungkapkan bahwa persoalan serupa juga dihadapi oleh negara-negara di Eropa seperti Yunani, sehingga memang sepantasnya ada pembahasan bersama di tingkat internasional, khususnya dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

“Kita akan bicarakan juga dengan UNHCR yang punya tanggung jawab masalah pengungsian di PBB. Ini harus dilakukan pembahasan bersama,” pungkas Ma’ruf Amin.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore