
IKUT BANGGA: Didampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, KH Maruf Amin mengunjungi pelaksanaan panen pisang cavendish di Desa Pulung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Jumlah pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia hingga Senin (4/12) tercatat sebanyak 1.487 orang. Akibat membludaknya para pencari suaka Rohingya tersebut, menyebabkan terjadinya penolakan sebagian warga masyarakat di sejumlah daerah, seperti Aceh, Riau, dan Medan.
Dilansir dari wapresri.go.id pada Rabu (6/12), Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menekankan bahwa masalah pengungsi Rohingya adalah sebagai masalah kemanusiaan yang mesti ditangani bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ma'ruf Amin setelah menghadiri Peluncuran Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2024 dan Peresmian Universitas Indonesia Industrial Government (I-GOV) Ke-3 Tahun 2023 di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (5/12).
“Mereka (pengungsi Rohingya), bagaimanapun ini kemanusiaan. Karena kemanusiaan, harus kita tanggulangi,” kata Ma’ruf Amin.
Oleh karena itu, menurut Wapres, pengungsi Rohingya tidak mungkin ditolak. Namun sebelum ditampung, pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan sejumlah antisipasi agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari bagi Indonesia.
“Selama ini, kan tidak mungkin kita menolak, tetapi juga tentu kita mengantisipasi jangan sampai kemudian ada penolakan oleh masyarakat, dan kemudian bagaimana supaya juga mengantisipasi jangan sampai nanti terus lari, semua larinya ke Indonesia, ke sini. Itu menjadi beban,” tuturnya.
Wapres juga menyinggung lokasi penempatan yang bisa dipertimbangkan secara matang, sebagaimana Pulau Galang di Batam yang digunakan untuk menampung pengungsi asal Vietnam beberapa puluh tahun yang lalu.
Baca Juga: Gemparkan Warga! Seorang Kakek Ditemukan Tewas di Ruas Jalan Tol Sidoarjo, Diduga Ditabrak Mobil
Ma’ruf menegaskan memang diperlukan solusi-solusi yang adil bagi negara dan masyarakat. “Dulu pernah kita menjadikan Pulau Galang untuk pengungsi vietnam. Nanti kita akan bicarakan lagi apa akan seperti itu. Saya kira pemerintah harus mengambil langkah-langkah (solutif),” jelasnya.
“Saya kira hari ini ada rapat yang dipimpin oleh Menko Polhukam ya untuk membahas masalah Rohingya ini,” sambungnya.
Wapres mengungkapkan bahwa persoalan serupa juga dihadapi oleh negara-negara di Eropa seperti Yunani, sehingga memang sepantasnya ada pembahasan bersama di tingkat internasional, khususnya dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
“Kita akan bicarakan juga dengan UNHCR yang punya tanggung jawab masalah pengungsian di PBB. Ini harus dilakukan pembahasan bersama,” pungkas Ma’ruf Amin.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
