Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Agustus 2021 | 02.19 WIB

Faiz Ghifari: Karena Solidaritas Juga Bisa Mewabah

PEDULI OJOL: Faiz Ghifari memperlihatkan aplikasi Butuh Driver. Aplikasi tersebut membantu driver ojek mendapatkan penghasilan. (Faiz Ghifari fot Jawa Pos) - Image

PEDULI OJOL: Faiz Ghifari memperlihatkan aplikasi Butuh Driver. Aplikasi tersebut membantu driver ojek mendapatkan penghasilan. (Faiz Ghifari fot Jawa Pos)

Penanganan pandemi dan dampak sosialnya banyak terbantu oleh aksi solidaritas yang mewabah di jagat digital. Faiz Ghifari menjadi salah satu sosok yang dominan dalam berbagai gerakan tersebut.

---

DI MASA pandemi yang telah berlangsung hampir 20 bulan ini, Faiz Ghifari sudah menelurkan berbagai platform yang membantu masyarakat. Berbekal kemampuannya di dunia koding, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu membuat aplikasi dan website untuk mewadahi gerakannya. Antara lain Butuh Driver yang membantu driver ojol mendapatkan pendapatan lebih dan Gratisin Belajar yang menyediakan materi pelajaran secara virtual.

Di era peningkatan kasus Covid-19 pada Juli lalu, pemuda kelahiran Batam tersebut juga menggagas banyak platform agar masyarakat saling berdaya di tengah krisis. Misalnya urundayacovid.com, oksigen.carrd.co, vaksincovid.carrd.co, hingga yang terbaru terlibat dalam gerakan WargaBantuWarga.com. Platform terakhir ini menggalang dana untuk masyarakat terdampak dan terpapar Covid-19.

”Di WargaBantuWarga saya jadi project manager,” ujarnya kepada Jawa Pos pada 11 Agustus lalu.

Faiz mengungkapkan, keterlibatannya dalam gerakan sosial penanganan Covid-19 berangkat dari keresahan pribadi. Melihat orang-orang di sekelilingnya kesulitan akibat pandemi, dia merasa ingin berbuat sesuatu. Harapannya, langkah kecilnya bisa membantu.

Saat menggagas aplikasi Butuh Driver, misalnya, ide itu datang ketika melihat nasib driver ojol yang menurun pendapatannya. Faiz lantas menciptakan aplikasi dengan konsep transaksi tanpa potongan. Melalui cara tersebut, driver dan penumpang dapat bertemu tanpa melalui platform penyedia jasa yang biasanya menerapkan fee 10–20 persen.

”Pendapatan mereka berkurang, tapi masih dapat potongan. Sehingga kita cari cara supaya mereka bisa dapat lebih,” ujar sosok yang suka membaca dan nonton film itu. Bersama @GojekOnTwit dan @GrabOnTwit, aplikasi tersebut banyak membantu lebih dari seribu ojol di awal-awal pemberlakuan PSBB di Jakarta.

Sementara itu, untuk membantu siswa, Faiz mengeluarkan platform Gratisin Belajar yang menyediakan materi sekolah gratis. Khususnya untuk future skill seperti koding, digital marketing, artificial intelligence, hingga soft skill seperti trik negosiasi dan komunikasi.

”Sudah 13 ribu orang dari 150 sampai 200 kota yang bergabung. Itu masih sampai sekarang,” ungkapnya.

Saat ini, bersama sejumlah kolega, Faiz menggalang gerakan WargaBantuWarga.com yang menyasar berbagai kegiatan sosial. Mulai pembagian sembako untuk warga, penanganan anak yatim korban Covid-19 melalui kawalmasadepan.com, hingga gerakan Oksigen for Indonesia.

Sejauh ini berbagai gerakan itu memiliki progres cukup menjanjikan. Untuk kawalmasadepan.com, misalnya, sudah terkumpul lebih dari Rp 1 miliar. ”Akan kita salurkan ke anak-anak yatim,” kata dia.

Sama halnya dengan gerakan Oksigen for Indonesia yang bekerja sama dengan banyak pihak start-up. Hingga kini telah mendapat venture capital senilai USD 2,5 juta atau Rp 36 miliar dari target USD 10 juta. ”Virus itu memang menular, tapi solidaritas juga bisa mewabah secara eksponensial,” tutur CEO Bubays tersebut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore