
Awan tebal menyelimuti langit di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (12/8). Mohamad Hamzah/Antara
JawaPos.com–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia pada Jumat (13/8).
Dalam informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Jumat (13/8), disampaikan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat diperingatkan untuk Provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Barat.
Menurut BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Sumatera Utara dan di Selat Karimata bagian utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Samudra Hindia barat Sumatera hingga perairan
barat Aceh dan dari Kalimantan bagian timur hingga perairan barat Kalimantan Barat. Daerah konvergensi juga terpantau memanjang dari Laut Jawa bagian barat hingga perairan Kepulauan Riau, dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat, dan dari perairan timur Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Tengah.
Terkait dengan kondisi tersebut, BMKG menilai, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Di samping itu, BMKG memperingatkan masyarakat NTT untuk waspada kebakaran hutan dan lahan.
Sebelumnya, BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang ekstrem di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Jogjakarta. ”Berdasar analisis kami, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jabar–DIY berpotensi mencapai kisaran 6–9 meter sehingga masuk kategori gelombang ekstrem,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Jateng, Kamis (12/8).
Dia mengatakan, peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang dominan bergerak dari timur–tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5–25 knot. Embusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berpotensi mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
