
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Aminudin Aziz berbicara dalam pelatihan di SDN 018 Tenggarong Seberang, Senin (27/11)
JawaPos.com-Pada Senin (27/11) berlangsung acara penyerahan Buku Bacaan Bermutu di SDN 018 Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Acara ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan program kerja sama Kemendikbudristek dan Tanoto Foundation pada 20 Oktober lalu di Jakarta, yang disebut dengan Gerakan Buku Bacaan Bermutu. Kerja sama ini bertujuan membantu pemerintah meningkatkan literasi siswa lewat penyediaan buku.
Acara tersebut adalah bagian dari pemberian 156 judul buku berjumlah 76.752 eksemplar kepada sekolah-sekolah di 12 kabupaten di seluruh Indonesia yang dianggap paling memerlukan bantuan buku demi meningkatkan literasi siswa.
’’Kami juga memberikan pelatihan kepada para guru bagaimana untuk memanfaatkan buku-buku tersebut agar tujuan untuk meningkatkan literasi siswa tercapai,’’ ungkap Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Aminudin Aziz.
Dalam acara pemberian buku di Kutai Kertanegara tersebut, juga disertai pelatihan untuk para buku. Pelatihan tersebut diikuti oleh 9 kepala sekolah dan 19 guru dari sekolah-sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk mempelajari tentang pemanfaatan buku untuk menumbuhkan minat baca siswa serta penggunaannya dalam pembelajaran.
Selain itu, dalam kegiatan itu tidak hanya diberikan pelatihan bagi para pendidik untuk menggunakan buku-buku bacaan tersebut agar lebh efektif, juga dilangsungkan kegiatan mendongeng yang bersumber dari cerita yang ada di buku-buku yang dibagikan.
Saat sesi mendongeng berlangsung, para siswa terlihat sangat antusias. Mereka pun seolah ikut dalam kisah yang dibacakan tersebut. Terkadang tertawa, terkadang juga tampak penasaran saat sang karakter utama menghadapi tantangan.
Menurut Aminudin, buku-buku tersebut telah disesuaikan dengan minat anak-anak. ’’Misalnya tokohnya, misalnya kan ada istilah tokoh super hero ya, ada dalam buku itu. Ada mereka misalnya inginnya di pedesaan, ada. Ada teknologi, teknologi dari perspektif anak tentu ya, yang bisa anak-anak ikuti, ada juga mau cerita tentang rumah nenek, itu juga ada,’’ terangnya. ’’Ada yang kekinian karena anak-anak ini bermain dengan gawai, ada juga topik-topik tentang itu.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati menyampaikan bahwa, diperlukan gotong-royong dari semua pihak, bukan hanya dari Kemendikbudristek untuk meningkatkan literasi di Indonesia. Karena itulah, pihaknya menyambut baik ajakan dari Kemendiknbudristek untuk merumuskan sebuah program yang bisa mendongkrak literasi. ’’ maka kami hadir di sini untuk bersama-sama dengan bapak ibu sekalian menguatkan minat baca melalui pembagian buku dan pelatihan guru dalam menggunakan buku-buku tersebut agar lebih efektif,’’ jelas dia. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
