Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Juli 2021 | 19.02 WIB

IGD dan ICU Kritis, RS Jiwa Juga Penuh Pasien Covid-19

Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari pe - Image

Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari pe

JawaPos.com - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kini juga kesulitan mendapatkan rumah sakit, baik ruang isolasi maupun ICU. Salah satu kondisi penuhnya keterisian tempat tidur (BOR)
terjadi di RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor.

Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dr.Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan saat ini RS Jiwa dr H Marzoeki Mahdi Bogor menyediakan ruang perawatan untuk pasien Covid-19 baik ODGJ ataupun umum, dengan kapasitas ruangan yang sudah penuh.

Ruang Antasena, kapasitas 40 tempat tidur diisi oleh pasien gangguan jiwa dan umum, terisi 1/2 kapasitas. Ruang Basudewa, kapasitas 16 tempat tidur, diisi oleh pasien gangguan jiwa dan umum. Terisi hampir penuh. Ruang Abimanyu, kapasitas 12 tempat tidur terisi penuh oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ruang Antareja, kapasitas 20 tempat tidur, diisi 3/4 oleh ODGJ.

Baca Juga: Menkes Ubah Penentuan Zonasi Covid-19 Berdasarkan Positivity Rate

Ruang Pemping (ICU dan isolasi Covid), kapasitas 6 tempat tidur terisi penuholeh ODGJ dan umum. Instalasi Gawat Darurat (IGD), saat ini penuh terisi oleh pasien Covid ODGJ dan umum.

"Penuh hingga hari ini," kata dr. Lahargo kepada JawaPos.com, Rabu (7/7).

Berdasarkan hasil Swaperiksa PDSKJI, didapatkan ada 64,8 persen masyarakat yang mengalami masalah psikologis di tengah pandemi, yaitu gangguan cemas, depresi, dan trauma psikologis. Satu dari 5 orang memiliki pemikiran tentang lebih baik mati. Risiko bunuh diri meningkat.

Orang dengan Gangguan Jiwa memiliki risiko 7 x lipat untuk terpapar infeksi Covid-19 dan kemudian menularkannya. Risiko kematian meningkat 2x kali lipat pada Orang dengan gangguan jiwa yang terpapar infeksi Covid-19.

"Penanganan yang lebih intensif dan komprehensif perlu dilakukan pada keadaan komorbid ODGJ dan Covid-19. Bukan hanya Covid-19 yang diterapi tapi juga gangguan jiwanya dan perlu dipikirkan dengan teliti interaksi obat yang diberikan," katanya.

Menurutnya vaksinasi Covid-19 pada Orang dengan Gangguan Jiwa akan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Saat ini sudah mulai dilakukan vaksinasi pada ODGJ di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

"Gangguan jiwa dapat terjadi di tengah pandemi karena stresor psikososial yang meningkat. Kamu, saya, kalian, kita bisa terkena gangguan jiwa. Saat seseorang terkena gangguan jiwa imunitasnya menurun dan pola hidup sehatnya jadi memburuk. Inilah yg meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19," katanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore