
Aksi massa menuntut boikot produk-produk yang disinyalir mendukung Israel semakin meluas. Salah satunya di Kota Padang, Sumatera Barat.
JawaPos.com - Ajakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) sejumlah produk yang terafiliasi dengan Israel masih kencang diserukan di tengah peperangan berdarah antara Zionis Israel dengan Hamas yang sudah memakan ribuan korban jiwa. MUI sebelumnya sudah mengeluarkan fatwa nomor 83 tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina sebagai bentuk sikap Indonesia dalam perang ini.
Namun, lantaran MUI tidak merinci produk-produk yang harus diboikot, fatwa ini akhirnya ditunggangi pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan lawan bisnis mereka. Sialnya, pihak yang dijatuhkan justru adalah pihak yang sama sekali tidak berhubungan dengan Israel.
Hal ini disampaikan oleh ulama kenamaan Prof. Muhammad Quraish Shihab dalam keterangan tertulisnya.
Quraish menyebutkan bahwa ia mendapat aduan dari seorang pengusaha yang mengalami penurunan pendapatan hingga 60 persen sejak fatwa MUI nomor 83 tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina diterbitkan.
"MUI perlu membuat daftar produk yang masuk dalam fatwa mereka," ujar Quraish.
Dia melanjutkan, hal ini dilakukan guna menghindari boikot yang salah sasaran.
"Pada dasarnya kita harus memboikot produk yang jelas-jelas membantu Israel. Yang tidak, kita harus berhitung dong. Apakah dia lebih rugi, atau kita lebih rugi?" kata Quraish.
Sementara itu, pakar sejarah Islam Haikal Hassan mengungkapkan bahwa gerakan boikot produk Israel ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk persaingan dagang yang tidak sehat. Dia mengatakan, ada pihak yang dengan sengaja membuat daftar produk boikot tersebut secara asal.
Senada dengan Quraish Shihab, menurut pria yang akrab disapa Babeh Haikal ini, MUI dan pemerintah seharusnya memberikan secara jelas produk mana saja yang berkaitan dengan Israel.
"Ini supaya pernyataan yang disebutkan tidak menjadi bola liar yang dimanfaatkan pihak tertentu," ujar Haikal.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa penunggangan isu BDS dialami oleh produk air mineral Aqua. Produk yang sepenuhnya buatan dan telah menyerap tenaga kerja lokal ini disudutkan oleh pihak tertentu sebagai brand yang mendukung Israel.
Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin juga telah menegaskan bahwa perusahaan tidak terlibat dengan kegiatan politik di mana pun. Dia mengatakan, di Indonesia Danone memiliki 25 pabrik dengan 13.000 karyawan.
"Sebagai entitas swasta, Danone tidak memiliki afiliasi dengan politik dimanapun," kata Arif dalam pernyataan resminya, baru-baru ini.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
