
KEMBALI SEKOLAH: Simulasi pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Desember lalu. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com - Rencana pembukaan sekolah tatap muka secara serentak akan dimulai Juli 2021. Untuk itu, salah satu yang harus menjadi perhatian utama adalah penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Melihat hal tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta, pemerintah daerah yang wilayahnya sudah mulai membuka pembelajaran tatap muka, harus tetap memperhatikan informasi perkembangan terkait Covid-19. Bahkan, harus melakukan tes Covid-19 secara berkala secara menyeluruh bagi murid dan pengajar maupun pihak lainnya yang terlibat dalam kegiatan sekolah.
Sebab seluruh protokol kesehatan harus dilakukan secara terintegrasi agar benar-benar dapat meminimalisasi potensi terpapar virus. "Guna memastikan serta menghindarkan murid dan guru dari terpapar virus. Tes yang dilakukan bukan merupakan tes acak, namun tes secara menyeluruh, mengingat hal ini menyangkut kondisi kesehatan murid dan guru," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet kepada wartawan, Jumat (28/5).
Baca Juga: Penting, Dukungan Masyarakat Bantu Pemerintah Lawan Pandemi Covid-19
Bamsoet meminta pemerintah sebelum melaksanakan rencana tersebut, sudah melalui kajian dan evaluasi mendalam dan uji kelayakan. Termasuk kepada sekolah-sekolah yang saat ini sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka. Jangan sampai tindakan pencegahan atau penanganan Covid-19 dilakukan setelah klaster terbentuk.
"MPR berpendapat, upaya antisipasi sejak dini diperlukan agar kondisi pembelajaran tatap muka nantinya dapat dilaksanakan secara aman," katanya.
Untuk itu, Bamsoet meminta pemerintah daerah gencar dalam menyosialisasikan kondisi perkembangan penanganan Covid-19 di daerah masing-masing kepada pihak sekolah. Tentunya dengan bijak dalam memberikan izin buka atau tutup sekolah tersebut.
"Meminta dalam situasi pandemi saat ini yang masih terus mengalami fluktuasi angka naik turun, agar sekolah dapat benar-benar mempertimbangkan berbagai risiko yang timbul apabila dilakukan pembelajaran secara tatap muka," ungkapnya.
Meminta pemerintah daerah menyiapkan anggaran tes usap dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk memenuhi kebutuhan tes usap di sekolah setiap dua pekan sekali, baik kepada murid, guru, dan pihak lain yang terlibat dalam kegiatan sekolah, dan tidak membebankan anggaran sepenuhnya kepada pihak sekolah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
