JawaPos.com - Grup WhatsApp (WA) mencurigakan bernama Muslim United atau Ummatan Wasathan berhasil diungkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Dua grup WA tersebut, disinyalir berkaitan dengan agenda gagalkan Pemilu 2024 dengan serangan teror.
Dua tersangka teroris jaringan Abu Oemar (AO), yakni AH dan DAM baru saja ditangkap Densus 88.
Penyidik lantas menemukan fakta bahwa AH dan DAM terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan memiliki agenda teror untuk menggagalkan Pemilu 2024.
Agenda tersembunyi itu dibahas dalam grup WhatsApp yang diberi nama Muslim United.
"Mereka masing-masing juga ada di dalam suatu grup, misalnya di dalam grup whatsapp yang mereka namakan kelompok muslim united atau ummatan wasathan," ujar Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, dikutip dari Pojoksatu, Sabtu (4/11).
Isi dari grup tersebut, lanjut Aswin, membahas soal ghirah (semangat) terkait kegiatan-kegiatan yang bersinggungan erat dengan terorisme.
"Seperti share to share atau saling membagi materi-materi yang berasal dari kelompok ISIS, kemudian melakukan penggalangan donasi, yang donasi itu mereka kumpulkan dan disalurkan ke satu tempat, untuk dipergunakan oleh kelompok ini,” terang Aswin.
“Kemudian juga aktif melakukan pembahasan atau diskusi tentang bagaimana melakukan perencanaan penggagalan pesta demokrasi atau pemilu tersebut," tambahnya.
Aswin menuturkan bahwa kelompok pimpinan Abu Oemar, bila ditarik garis lurus, adalah pendukung Negara Islam Indonesia (NII).
Negara Islam Indonesia sendiri berafiliasi kepada ISIS dan JAD.
"Sebetulnya kelompok AO ini lebih dekat kepada akarnya, kepada Negara Islam Indonesia (NII) mereka semua ini road-nya atau bibitnya adalah para pendukung NII. Nah afiliasi mereka kepada JAD, karena dukungan yang mereka berikan kepada kelompok ISIS," pungkasnya.
Meski demikian, Densus 88 masih mendalami terkait hal tersebut.
Dengan bertambahnya dua tersangka ini, Densus 88 kini sudah mengantongi total 42 tersangka terorisme dari kelompok yang dipimpin Abu Oemar.
***