Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2023 | 20.08 WIB

Bandara Kertajati Dilirik Investor Asing, Menhub Pastikan Indonesia Tetap Jadi Pemegang Saham Terbesar

Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. - Image

Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

JawaPos.com – Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berhasil menarik minat investor asing untuk melakukan investasi dan turut serta dalam pengelolaannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, beberapa saat lalu ketika melakukan peninjauan di Bandara tersebut.

“Ada investor dari India, Arab Saudi, dan Singapura berminat untuk berinvestasi di sini (bandara Kertajati)” ungkap Budi.   

Budi juga menjelaskan bahwa hal tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Presiden Jokowi, yang realisasinya ditargetkan pada Desember 2023.

Menurut budi, ketertarikan para investor asing terhadap bandara Kertajati menunjukkan potensi bandara ini serta namanya di kancah internasional. Sehingga pengembangannya diharapkan mampu mendongkrak perekonomian nasional.

“Tandanya Bandara Kertajati ini eksis secara internasional, fisibel untuk dikembangkan. Akhirnya membangkitkan ekonomi Indonesia” ujarnya.

Dengan jejaring, kapabilitas, dana serta mitra yang dimiliki investor asing, diharapkan mampu meningkatkan kinerja bandara baik dari sisi pelayanan maupun trafiknya. Oleh sebab itu perlu kualitas pelayanan dan promosi lebih baik dari bandara ini.

Meski demikian, Menhub memastikan bahwa pemilik saham mayoritas Bandara Kertajati tetap Indonesia, bukan para investor asing. Pembagiannya 51 persen milik Angkasa Pura II dan Pemda Jabar, sisanya sebanyak 49 persen untuk investor asing.

Kehadiran Bandara Kertajati sendiri juga bisa memicu pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah penyangga seperti Cirebon, Majalengka, Brebes dan Tegal.

Kemenhub optimis bahwa okupansi penerbangan di Bandara Kertajati akan meningkat dalam beberapa waktu kedepan.

“Kertajati bukan Kertajatinya sendiri, tetapi secara lebih regional dia melayani Bandung Raya, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Brebes, Tegal, Tasik dan Garut. Sehingga captive dari jumlah penduduk itu berbanding lurus dengan jumlah yang akan terbang” lanjut Budi.

Kementerian Perhubungan memiliki target 6000 pelayanan penumpang untuk Bandara Kertajati sampai akhir 2023.

Hal tersebut dapat terjadi seiring pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat ke Bandara Kertajati di Majalengka, jawa Barat pada (29/10).

Bandara Kertajati memiliki luas kawasan 1.000 hektare, runway atau landas pacunya berukuran 3.000 x 60 meter hingga dapat mengakomodir penerbangan pesawat berbadan lebar. Bandara ini juga dilengkapi dengan terminal penumpang berkapasitas 5,6 juta penumpang per tahun.

Kertajati memiliki strategi pengembangan berupa konsep aerocity, yang akan dibangun kawasan komersial, perhotelan, perkantoran, dan fasilitas pemberangkatan jemaah haji.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore